Namun, Bahlil menilai Menkeu salah membaca data tersebut. Ia mengatakan bahwa perbedaan persepsi bisa terjadi karena cara pembacaan data yang berbeda. Menanggapi hal itu, Purbaya menjelaskan bahwa ia hanya menyampaikan data dari stafnya dan membuka ruang evaluasi untuk menyesuaikan perhitungan yang benar.
Pada akhirnya, ia meyakini bahwa meski cara pembacaan data berbeda, hasil akhir perhitungannya akan tetap sama.***
Artikel Terkait
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Warga Diminta Menjauhi Zona Merah Hingga 20 Km
Gubernur Bali Perintahkan Pembongkaran Lift Kaca Pantai Kelingking, Proyek Disebut Langgar Lima Aturan
Bonjowi Ungkap 20 Dokumen Ijazah Jokowi yang Diminta dari UGM: Semuanya Ditolak dengan Jawaban Seragam
MUI Terbitkan Fatwa Pajak Berkeadilan sebagai Respons Kenaikan PBB yang Dinilai Tidak Adil
Prabowo Rehabilitasi Mantan Direksi ASDP: Ira Puspadewi & Dua Eks Pejabat Lain Dibebaskan dari Kasus Korupsi