KRAy Febri Dipokusumo – Pangageng Kahartaan
KPH Kusumo Hadiwinoto – Pangarsa Yogisworo
GKR Dewi Ratih Widyasari – Pangarsa Pasiten
BRM Yudistira Rachmat Saputra – Pangarsa Mandra Budhaya
KRA Citro Adiningrat – Pemimpin Sasanaprabu, Katipraja, dan Kartipura
Dengan susunan ini, PB XIV memperkuat poros intelektual, budaya, hukum, dan manajerial sekaligus menjaga peran tradisional bangsawan Keraton.
Baca Juga: Raja Baru Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV 15 November 2025
Setiap Raja Ada Bebadan Baru
GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma, putri pertama PB XIII, sebelumnya menyampaikan bahwa PB XIV akan membuat Bebadan baru dan tidak menggunakan struktur peninggalan ayahnya.
“Setiap raja akan membentuk kelembagaan sesuai pandangan dan kebutuhan kepemimpinannya,” ujarnya.
Artinya, pembentukan Bebadan bukan sekadar keputusan administratif, tetapi juga simbol legitimasi dan kedaulatan pemimpin baru Keraton.
Arah Baru untuk Keraton Solo
Melalui langkah awal yang cepat dan terstruktur, PB XIV ingin menunjukkan bahwa Keraton bukan hanya menjaga masa lalu, tetapi juga menatap masa depan.
Perpaduan budaya, profesionalisme, riset akademik, dan inovasi dipercaya akan membawa Keraton Solo menjadi pusat kebudayaan Jawa yang wibawa dan relevan bagi generasi sekarang.***
Artikel Terkait
Suksesi Keraton Surakarta Memanas, Tedjowulan: Tahan Diri dan Hormati Pemerintah!
Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya
Raja Kembar Keraton Surakarta, Dua Kubu Sama-sama Klaim Gelar Paku Buwono XIV
Sejarah Keraton Surakarta: Jejak Kelam Penangkapan Paku Buwono VI, Melawan Belanda, Membela Diponegoro
Begini Kronologi Kisruh Dua Raja di Keraton Surakarta dari Awal hingga Kini
Suksesi Keraton Solo dari Masa ke Masa: Konflik Tak Berujung dalam Dinasti Mataram Surakarta
Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik