Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 15 November 2025 | 15:45 WIB
Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik. (YouTube/Keraton Kasunanan Surakarta)
Prosesi Jumenengan Tandai Gusti Purbaya Naik Takhta sebagai Pakubuwono XIV, Babak Baru Keraton Surakarta di Tengah Konflik. (YouTube/Keraton Kasunanan Surakarta)

TITIKTEMU.CO - Keraton Surakarta memasuki babak baru. KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya, resmi dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV melalui prosesi Jumenengan, Sabtu 15 November 2025.

Prosesi sakral Jumenengan Dalem Nata Binayangkare pada Sabtu menjadi momen penting yang menegaskan dirinya sebagai penerus takhta ayahnya, Pakubuwana XIII yang wafat pada 2 November lalu.

Namun, berbeda dengan sebagian besar prosesi jumenengan atau naik tahta raja-raja sebelumnya, kali ini upacara itu tidak menampilkan Tari Bedaya Ketawang.

Baca Juga: Begini Kronologi Kisruh Dua Raja di Keraton Surakarta dari Awal hingga Kini 

Rangkaian prosesi penobatan dimulai di Dalem Ageng Prabasuyasa, salah satu ruang tersuci di kompleks Keraton Surakarta. Dari tempat itu, Gusti Purbaya keluar melalui Kori Kamandungan Ler sekitar pukul 11.00 WIB.

Putra Mahkota mengenakan busana kebasaran warna fuchsia dipadukan kainjarik bermotif parang barong sogan khas Surakarta. Busana kebesaran  itu sebagai bentuk penghormatan pada tradisi panjang Mataram.

Dikawal puluhan prajurit Keraton, Purbaya berjalan menuju Siti Hinggil, tempat di mana raja-raja Mataram menerima legitimasi spiritual dan budaya.

Baca Juga: Suksesi Keraton Solo dari Masa ke Masa: Konflik Tak Berujung dalam Dinasti Mataram Surakarta

Di Bangsal Manguntur Tangkil, dia berdiri tegak sebelum membacakan Sabda Dalem, sumpah suci sebagai penguasa Keraton Surakarta.

Di hadapan keluarga, abdi dalem, dan masyarakat yang menyaksikan, Purbaya mengikrarkan sumpahnya di atas Watu Gilang.

“Ing Watu Gilang iki, Ingsun hanetepake nggenteni kalenggahane Kanjeng Rama Sinuhun Pakoe Boewono XIII…” ujarnya lantang, menguatkan posisinya sebagai penerus sah takhta.

Sesaat setelah ikrar selesai, terdengan suara gamelan Monggang di Sitihinggil, mendandai munculnya raja baru. Purbaya kemudian duduk di dampar atau singgasana, simbol bahwa dia telah resmi menjadi Pakubuwono XIV.

Baca Juga: Jelang Jumenengan Pakubuwono XIV, Ini Deretan Kontroversi Gusti Purbaya

Kirab Jumenengan Warnai Perayaan Penobatan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X