Beberapa isu yang dibahas:
- Evaluasi sistem zonasi sekolah
- Masa depan Ujian Nasional
- Reformasi birokrasi administrasi guru
- Pemetaan digital untuk pemerataan akses pendidikan
- Penguatan tata kelola dana BOS
"Kalau soal Chromebook, itu muncul jauh setelah grup dibuat, tepatnya saat rapat online tanggal 6 Mei. Jadi tidak nyambung kalau grup WA itu dikaitkan ke proyek," tegas Abby.
Isu Keterlibatan Google Juga Dibantah
Abby juga meluruskan spekulasi yang menyebut grup itu melibatkan perwakilan Google Indonesia, perusahaan yang dikaitkan dalam tender perangkat TIK.
Menurutnya, hal itu tidak benar sama sekali.
“Di dalam grup itu tidak ada satu pun orang Google. Pertemuan dengan Google baru terjadi setelah Nadiem resmi menjadi menteri,” tegasnya.
Bukan Digitalisasi, Tapi Modernisasi Pendidikan
Abby juga menjelaskan, dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) Kemendikbudristek yang dirancang di awal masa jabatan Nadiem, tidak ada istilah “digitalisasi pendidikan” seperti yang diviralkan media.
Yang ada adalah modernisasi alat pembelajaran—di mana pengadaan TIK jadi salah satu komponennya.
Menurutnya, tudingan pengadaan TIK terkait korupsi sengaja dipelintir dari konteks asli kebijakan.
Semua Terbuka, Tidak Ada Unsur Korupsi, Kata Pengacara
Abby menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh aktivitas Nadiem bersifat konseptual dan transparan, bukan urusan proyek.
"Narasi seolah-olah grup WhatsApp itu jadi dapur perencanaan korupsi, itu keliru besar," katanya.***
Artikel Terkait
Revolusi Sepak Bola ASEAN: Lahirnya FIFA ASEAN Cup dan Tantangan Baru untuk Kawasan
Drama Kursi Kosong Timnas Indonesia: Nostalgia STY, Eksperimen Kluivert, dan Masa Depan yang Masih Misterius
Sustainable Living: Gaya Hidup Ramah Lingkungan atau Sekadar Gaya Sosial Media?
Beli Mobil Bekas Murah STNK Only, Begini Risikonya
Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan, Ini Sederet Pro dan Kontra yang Terjadi
Kembali ke Akar: Ketika Urban Farming Jadi Jalan Hidup Mandiri di Tengah Krisis Ekonomi
Produktif Tanpa Burnout: Seni Menjaga Mental Health di Era Persaingan Kerja
Soft Life vs Realita Hidup: Impian Hidup Tenang di Tengah Harga Melonjak, Masih Masuk Akal?
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup
Pagi di Wonosobo Selalu Punya Pesonanya Sendiri: Kabut, Roti Bakar, dan Secangkir Kopi