TITIKTEMU.CO - Di tengah arus konten sosial media yang serba cepat dan penuh pencitraan, konsep sustainable living atau gaya hidup berkelanjutan semakin sering muncul.
Kita melihat influencer memamerkan sedotan stainless, totebag, skincare ramah lingkungan, bahkan rumah “zero waste”.
Sekilas terlihat mulia, tetapi muncul pertanyaan kritis: apakah ini benar kesadaran lingkungan, atau hanya tren estetik untuk menaikkan engagement?
Baca Juga: Generasi Sandwich dan Strategi Hidup Kekinian: Menabung, Investasi, atau Menyerah?
Apa Sebenarnya Makna Sustainable Living?
Sustainable living adalah cara hidup yang berusaha mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Fokusnya bukan gaya, tapi kesadaran konsumsi dan tanggung jawab terhadap bumi. Konsep ini meliputi:
- Mengurangi sampah dan penggunaan plastik
- Memilih produk lokal dan berkelanjutan
- Menghemat energi dan air
- Mengutamakan kualitas daripada kuantitas
- Memperpanjang usia pakai barang
Masalahnya, di era digital hari ini, definisinya sering bergeser.
Sustainable living seolah hanya tentang membeli produk mahal berlabel eco friendly, padahal esensinya justru mengurangi konsumsi, bukan menggantinya dengan konsumsi versi baru.
Baca Juga: Momen Hangat di ASEAN: Sentuhan Kemanusiaan Prabowo yang Mencuri Perhatian Dunia
Between Caring and Clout: Ketika “Peduli Lingkungan” Jadi Gimmick
Tidak sedikit orang yang menerapkan “green lifestyle” hanya untuk konten.
Foto aesthetic dengan gelas bambu atau skincare vegan memang mudah menuai likes.
Namun ironis ketika niat menjaga bumi digantikan kebutuhan validasi digital.
Artikel Terkait
Generasi Sandwich dan Strategi Hidup Kekinian: Menabung, Investasi, atau Menyerah?
Momen Hangat di ASEAN: Sentuhan Kemanusiaan Prabowo yang Mencuri Perhatian Dunia
Darurat Judi Online di Jakarta: Dari Data PPATK, Bansos Bocor, hingga Peringatan Hukum
Prabowo Tegaskan Persatuan ASEAN, Tunjukkan Kepemimpinan Lewat Sikap Hangat kepada Sultan Brunei
Misbakhun Desak Pemda Segera Optimalkan Dana Rp234 Triliun yang Mengendap di Bank
Dukung Menkeu, Imas Aan Ubudiyah Tekankan Pentingnya Larangan Ketat Impor Pakaian Bekas
Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Jadi Sorotan, Mahfud MD Pertanyakan Transparansi Kontrak Indonesia–China
AS dan China Mulai Cairkan Ketegangan Perang Dagang Jelang Pertemuan Trump–Xi di Seoul
Mengapa Film Horor Shutter Bikin Penasaran dan Ditunggu Banyak Orang?
5 Prompt Gemini AI: Bikin Foto Liburan diBali, Meski Aslinya Rebahan di Rumah