Dalam persidangan sebelumnya pada 10 Oktober 2024, Sandra Dewi menegaskan bahwa barang-barang yang disita bukan hasil tindak pidana, melainkan hasil pekerjaan dan kerja sama promosi dengan 23 toko.
“Tiga toko sudah dipanggil penyidik dan mereka mengakui tas itu diberikan untuk promosi, bukan saya beli,” kata Sandra.
Ia juga mengungkapkan bahwa 141 perhiasan yang ikut disita merupakan perhiasan promosi sebagai brand ambassador sejumlah merek besar.
Sandra bahkan terlihat emosional saat menjelaskan bahwa sebagian emas yang disita adalah hadiah keluarga.
“Ada satu emas batangan kecil dari orang tua saya saat anak pertama saya lahir. Itu simbol keluarga kami,” ujarnya.
Menanti Babak Final di Pengadilan
Kini, semua mata tertuju pada kelanjutan sidang.
Apakah barang-barang mewah milik Sandra benar murni hasil kerja profesional, atau ada kaitannya dengan pusaran korupsi tambang timah?
Semua masih menunggu pembuktian di pengadilan.
Satu hal yang pasti, drama hukum ini bukan sekadar perkara aset, tapi juga soal integritas, kepercayaan publik, dan masa depan nama besar di dunia hiburan.***
Artikel Terkait
Pengakuan Dingin 45 Tahun Kemudian: Motif Pembunuh John Lennon Ternyata Demi Ketamakan Ego
Menkeu Bongkar Programmer Coretax dan LG Cuma Lulusan SMA, Indonesia Merasa Dibohongi?
Erick Thohir Tutup Bab Shin Tae-yong: Saatnya Timnas Indonesia Punya Jalan Cerita Baru
Mahfud MD Bongkar Risiko Tersembunyi Proyek Whoosh: Utang, Kontrak Rahasia, dan Bayangan China
Tito Karnavian Luruskan Data Dana Mengendap Pemda: Bukan Hilang, Tapi Bergerak
Drama Utang Whoosh: Untung ke China, Ruginya Ditanggung Indonesia?
Bekasi Membantah: Bukan Soal Jabatan, Ini Soal Harga Diri Pemerintahan Daerah
Nubia Z80 Ultra Dirilis, Bawa Baterai Jumbo dan Kamera Setara DSLR
Slow Living di Temanggung: Hidup Tenang dan Damai, Tak Semua Sempurna
10 HP Terbaik untuk Konten Kreator 2025, lengkap dengan Harga