TITIKTEMU.CO - Polemik soal proyek kereta cepat Whoosh kembali jadi sorotan nasional.
Proyek hasil kerja sama Indonesia–China ini lagi-lagi ramai diperbincangkan setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengakui beban bunga utang proyek Whoosh sudah tembus Rp2 triliun, sementara pendapatan dari penjualan tiket baru Rp5 triliun.
Kondisi ini memperlihatkan jurang besar antara pemasukan dan pengeluaran proyek transportasi modern tersebut.
Situasi makin panas setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan memakai dana APBN untuk menutup utang proyek KCIC yang kini membengkak hingga Rp116 triliun.
Artinya, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung ini harus bertanggung jawab sendiri atas kewajiban finansialnya.
Mahfud MD Comeback: Ingatkan Dugaan Mark Up
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut buka suara.
Dalam pernyataannya, Mahfud kembali mengangkat dugaan mark up biaya proyek Whoosh.
Ia menyatakan bahwa dugaan ini bukan isapan jempol semata, melainkan sudah pernah disuarakan analis kebijakan publik Agus Pambagio dan ekonom Anthony Budiawan sejak awal proyek berjalan.
“Isu pembengkakan anggaran dan transparansi masih gelap,” tegas Mahfud dalam video yang ia unggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 24 Oktober 2025.
Baca Juga: Aqua Subang Disemprot KDM: Jalan Rusak, Truk ODOL, Izin Air Tanah Terancam Melayang
Proyek di Tanah Air, Tapi Kendali Tetap di China?
Dalam video yang sama, Mahfud mengungkap fakta menarik yang selama ini jarang dibahas publik: meski Whoosh beroperasi di Indonesia, namun kendali manajemen masih kuat di tangan China.
Artikel Terkait
Drama Kilang Minyak: Dari Sindiran 'Malas' Jadi Chemistry Baru Menkeu dan Bos Pertamina
BPJS Nggak Naik Dulu Sampai 2026: Pemerintah Suntik Dana, Masyarakat Tarik Napas Lega
Pantai VS Pegunungan : Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Hidup Slow? Ini Rekomendasi Kota yang Cocok
Jejak Radiasi Misterius di Kampung Sadang: Dari Logam Bekas hingga Skandal Cs-137
Aqua Subang Disemprot KDM: Jalan Rusak, Truk ODOL, Izin Air Tanah Terancam Melayang
Slow Living di Peri-Urban: Hidup Tenang Tanpa Putus Akses ke Kota , Panduan Pindah untuk Pemula
5 Tanda Kota Siap untuk Slow Living, Lengkap dengan Cara Menemukannya di Peta
Prompt Gemini AI yang Lagi Viral di TikTok Oktober 2025, Bikin Foto Auto Estetik
Di Desa Nglanggeran, Siapa Pun yang Datang Merasa Seperti Pulang ke Rumah Sendiri
Bahasa Portugis Masuk Sekolah: Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Gaya Baru Prabowo atau Strategi Global Jangka Panjang?