TITIKTEMU.CO - Mahfud MD kembali angkat suara mengenai proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) yang dikenal publik dengan nama Whoosh.
Proyek transportasi besar yang digadang sebagai simbol modernisasi ini ternyata masih menyisakan tanda tanya besar, terutama soal utang Indonesia kepada China yang disebut mencapai Rp116 triliun.
Dalam video terbaru yang diunggah melalui kanal YouTube Mahfud MD Official pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut mempertanyakan transparansi kontrak kerja sama antara Indonesia dan China dalam pembangunan Whoosh.
Menurutnya, publik berhak tahu isi kontrak yang menjadi dasar kerja sama tersebut.
Mahfud bahkan menyebut bahwa anggota DPR sendiri mengaku tidak mengetahui isi kontraknya. "Kalau anggota DPR yang seharusnya menjalankan fungsi pengawasan saja tidak melihat kontraknya, bagaimana mungkin publik bisa percaya semuanya berjalan benar?" katanya dalam video tersebut.
Ia juga mempertanyakan di mana dokumen kontrak itu disimpan dan apakah bisa diakses publik secara utuh.
Menurutnya, ini penting sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan uang negara.
Mengutip Studi Internasional Soal Kontrak China
Mahfud kemudian mengaitkan persoalan kontrak proyek Whoosh dengan hasil riset media internasional Deutsche Welle tahun 2021 berjudul “China’s Secret Loans to Developing Nations”.
Dalam riset tersebut disebutkan bahwa China menerapkan klausul rahasia dalam 142 kontrak pinjaman dengan 24 negara berkembang.
Intinya, isi kontrak sengaja dirahasiakan dari publik dan bahkan lembaga legislatif negara yang meminjam.
Ia mengatakan bahwa pola serupa berpotensi terjadi pada kontrak Indonesia–China untuk proyek Whoosh. "Kerahasiaan ini yang membuat kita sebagai bangsa patut waspada," ujarnya.
Dampak Politik dan Ekonomi: China Bisa Pengaruhi Kebijakan Nasional
Artikel Terkait
Drama Kilang Minyak: Dari Sindiran 'Malas' Jadi Chemistry Baru Menkeu dan Bos Pertamina
BPJS Nggak Naik Dulu Sampai 2026: Pemerintah Suntik Dana, Masyarakat Tarik Napas Lega
Pantai VS Pegunungan : Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Hidup Slow? Ini Rekomendasi Kota yang Cocok
Jejak Radiasi Misterius di Kampung Sadang: Dari Logam Bekas hingga Skandal Cs-137
Aqua Subang Disemprot KDM: Jalan Rusak, Truk ODOL, Izin Air Tanah Terancam Melayang
Slow Living di Peri-Urban: Hidup Tenang Tanpa Putus Akses ke Kota , Panduan Pindah untuk Pemula
5 Tanda Kota Siap untuk Slow Living, Lengkap dengan Cara Menemukannya di Peta
Prompt Gemini AI yang Lagi Viral di TikTok Oktober 2025, Bikin Foto Auto Estetik
Di Desa Nglanggeran, Siapa Pun yang Datang Merasa Seperti Pulang ke Rumah Sendiri
Bahasa Portugis Masuk Sekolah: Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Gaya Baru Prabowo atau Strategi Global Jangka Panjang?