Praktik ini semakin disorot setelah Anthropic pada Februari 2024 merekrut Tom Turvey, mantan kepala kemitraan Google Books, untuk memimpin upaya mendapatkan “semua buku di dunia” secara cepat dan efisien.
Sayangnya, efisiensi ini tercapai dengan mengorbankan buku-buku fisik.
Putusan Hakim dan Celah Hukum
Menariknya, Hakim William Alsup di Pengadilan AS menyatakan metode ini masih sah secara hukum.
Alsup menilai Anthropic membeli buku secara legal, lalu memindai untuk penggunaan internal tanpa mendistribusikannya ke publik, sehingga dianggap sebagai transformasi format, bukan pembajakan.
“Seperti pembaca yang ingin menjadi penulis, model AI Anthropic dilatih pada karya orang lain bukan untuk meniru atau menggantikannya, tapi untuk membuat sesuatu yang baru,” ujar Alsup.
Masalah Hak Cipta Belum Usai
Meski hakim mengizinkan pemindaian destruktif buku yang dibeli secara sah, ia menegaskan mencuri konten bajakan dari internet tetap bisa digugat.
Anthropic tak akan bebas dari tuntutan jika terbukti menggunakan buku bajakan, hanya saja hal itu mempengaruhi besaran ganti rugi yang bisa dijatuhkan.
Hingga kini, belum diumumkan berapa besar ganti rugi yang mungkin harus dibayar Anthropic atas pelanggaran hak cipta dari materi bajakan.
Peringatan bagi Industri AI
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi industri kecerdasan buatan: inovasi teknologi tidak boleh mengabaikan etika maupun hukum.
Meski Anthropic menyambut baik putusan hakim soal pemindaian buku untuk pelatihan AI, kontroversi eksploitasi konten tanpa izin masih jauh dari selesai.***
Artikel Terkait
Gaji Lulusan STIN, IPDN, dan PKN STAN Bisa Tembus Rp 6 Juta Lebih per Bulan! Begini Rinciannya
Kisah Tragis Kelahiran Loki di One Piece 1153: Spoiler Lengkap Tentang Raja Harald dan Masa Lalunya
Pendaftaran Beasiswa LPDP Kings College London – Singhasari Resmi Dibuka: Peluang Kuliah S2 dengan Fokus Ekonomi Digital dan Teknologi Masa Depan
Resmi Diperpanjang! Pendaftaran SIPENCATAR Jalur Mandiri Gelombang II PPI Madiun Tahun Akademik 2025/2026
Beasiswa Cinta Bergema 2025: Peluang Emas Mahasiswa Jember untuk Kuliah D3, D4, dan S1 dengan Bantuan Biaya Pendidikan
Mengapa Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru Tahap 2 2025 Lebih Lambat? Simak Penjelasannya di Sini
Deretan Film Seru Tayang di Bioskop Juli 2025: Pilihan Lengkap dari Hollywood Spektakuler hingga Horor Lokal Mencekam
Bocoran LINK Video Its Anggi Durasi 2 menit 47 detik, Fenomena Viral di Media Sosial
BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Indonesia, 67 Ribu Desa Terjangkau AgenBRILink
3 LINK Live Streaming Sprint Race MotoGP Belanda 2025, Start Pukul 20.00 WIB: Fabio Quartararo Pole Position