7 Kuliner Ekstrim di Jateng dan Yogyakarta, dari Sate Landak Sampai Rica-rica Bulus

photo author
Abed Nego Afriadi, TitikTemu.co
- Senin, 1 November 2021 | 08:15 WIB
Swike  (Instagram @akucintamakanansemarang)
Swike (Instagram @akucintamakanansemarang)

Sate biawak juga menjadi salah satu menu favorit para pecinta kuliner ekstrim. Seperti di Warung Bu Tini di Gandekan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Tak hanya sate, di warung ini juga menyajikan rica-rica biawak dan soto. Jangan membayangkan biawak saat hidupsaat menyantap kuliner ekstrim ini.

5. Tongseng Codot

Tongseng Codot
Tongseng Codot (Google Maps)

Codot dalam bahasa Jawa berarti kelelawar. Binatang ini juga dijadikan menu ekstrem kuliner di sejumlah daerah.

Di Yogyakarta kelelawar dimasak dengan cara disate tongseng. Menu tongseng kelelawar dapat ditemui di rumah makan Bu Romoyati Jalan Bantul 5,5.

Sedangkan di Gunungkidul, kelelawar dijadikan sate dan bacan, misalnya di warung Bu Sukarwanti di Giriharjo, Panggang, Gunungkidul.

Baca Juga: Binte Biluhuta Sup Jagung Khas Gorontalo Sejak Jaman Kerajaan

6. Masakan Kodok

Swike Puwodadi
Swike Puwodadi (Instagram @rajaswikepurwodadi)

Untuk menu satu ini belum ada yang mengalahkan olahan kodok atau swike yang merupakan kuliner khas Purwodadi, Grobogan.

Rumah Makan Cik Ping di Jalan Kolonel Sugiono Purwodadi disebut-sebut menjadi pelopor kuliner ekstrim  kodok hijau ini.

Tekstur daging kodok hijau disebut sebut mirip dengan daging ayam dan burung puyuh. Bumbu dasar tauco juga disebut merupakan pengaruh dari Tiongkok.

Baca Juga: Kuliner Legendaris Solo Benar-benar Maknyus, Semua Ada di Pasar Gede

7. Belalang Goreng

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X