Kisah Kedai Kopi Sederhana di Pemukiman Padat Jogja, Tanpa Akses Mobil, Tanpa WiFi, Didatangi Banyak Turis Asing

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 April 2026 | 21:12 WIB
Kisah Kedai Kopi Sederhana di Pemukiman Padat Jogja, Tanpa Akses Mobil, Tanpa WiFi, Didatangi Banyak Turis Asing (Instagram@banumelody)
Kisah Kedai Kopi Sederhana di Pemukiman Padat Jogja, Tanpa Akses Mobil, Tanpa WiFi, Didatangi Banyak Turis Asing (Instagram@banumelody)

TITIKTEMU.CO - Di tengah hiruk-pikuk Tugu Yogyakarta, ada sebuah kampung padat yang menyimpan cerita unik. Lokasinya di kawasan Jogoyudaan, tepat di sisi timur Tugu dan berada di tepi Kali Code.

Sekilas, kawasan ini tampak seperti permukiman biasa. Gang sempit, rumah berhimpitan, serta akses yang bahkan sulit dilalui mobil menjadi ciri khasnya.

Namun, di balik keterbatasan tersebut, tersimpan sebuah daya tarik yang mampu memikat pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Ya, sebuah kedai kopi sederhana bernama Co-Fams Coffee menjadi magnetnya. Tanpa WiFi, tapi kedai kopi ini menawarkan pengalaman berbeda yang membuat banyak orang rela datang jauh-jauh.

Baca Juga: Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 5 April 2026: Rute, Harga Tiket, dan Cara Naik Praktis 

Kedai Kopi Tersembunyi di Tengah Kampung Padat

Perjalanan menuju kedai ini bukanlah hal yang mudah. Pengunjung harus melewati gang sempit yang hanya cukup dilalui sepeda motor, bahkan seringkali terhalang kendaraan parkir dan aktivitas warga sekitar.

Sesampai di area parkir kecil, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni tangga menuju permukiman padat. Di sanalah Co-Fams Coffee nyempil dia tengah pemukiman warga dan musala sederhana.

Meski tempatnya kecil, suasana begitu hangat. Pengunjung duduk di kursi sederhana di pinggir gang, menikmati kopi sambal ngobrol santai. Tak ada distraksi digital, hanya obrolan dan musik yang mengalun pelan.

Baca Juga: Jadwal KRL Solo–Jogja 5 April 2026, Ada Tambahan Perjalanan Selama Libur Paskah, Simak Rutenya 

Kaset Lawas dan Suasana Tanpa WiFi

Salah satu hal yang membuat kedai ini berbeda adalah konsepnya yang unik. Di etalase, tersusun rapi koleksi kaset musik lawas yang menjadi identitas tempat ini.

Musik yang diputar pun berasal dari kaset tersebut, menghadirkan nuansa nostalgia yang jarang ditemukan di kedai kopi modern. Tanpa WiFi, pengunjung justru diajak untuk benar-benar menikmati momen.

Konsep ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang ingin sejenak lepas dari kesibukan dan dunia digital. Suasana sederhana ini justru menjadi kekuatan utama Co-Fams Coffee.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X