Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran. (Pixabay)
Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran. (Pixabay)

TITIKTEMU.CO - Nastar menjadi salah satu kue kering yang hampir tidak pernah absen dari meja saat lebaran di Indonesia.

Kue mungil berbentuk bulat dengan isian selai nanas ini memiliki cita rasa manis, sedikit asam, dan tekstur lembut yang lumer di mulut. Tak heran, nastar selalu jadi favorit di momen Idulfitri.

Di balik kelezatannya, nastar ternyata menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan pengaruh budaya Belanda di Indonesia. Kue ini bukan sekadar camilan Lebaran, tetapi juga simbol akulturasi budaya.

Baca Juga: Wahai Pemudik, Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 24 Maret 2026 

Sejarah Nastar, Berawal dari Pengaruh Kuliner Eropa

Kehadiran nastar di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari masa kolonial Belanda. Pada periode tersebut, berbagai tradisi kuliner Eropa mulai masuk ke Nusantara dan beradaptasi dengan bahan-bahan lokal.

Salah satu hasil dari perpaduan budaya ini adalah nastar, yang terinspirasi dari kue tart khas Eropa.

Di Belanda, kue tart umumnya diisi dengan buah beri seperti stroberi atau apel. Namun, bahan tersebut sulit ditemukan di Indonesia pada masa itu.

Sebagai alternatif, masyarakat lokal mengganti isian tersebut dengan nanas yang lebih melimpah di wilayah tropis. Dari sinilah lahir ciri khas nastar dengan selai nanas yang legit dan sedikit asam.

Perubahan bahan ini tidak hanya menyesuaikan ketersediaan, tetapi juga menciptakan rasa baru yang lebih sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 50 Ucapan Minal Aidin Wal Faizin 2026 yang Menyentuh Hati, Tinggal Kirim 

Asal-usul Nama Nastar

Nama “nastar” sendiri memiliki akar dari bahasa Belanda. Kata ini berasal dari gabungan “ananas” yang berarti nanas, dan “taart” yang berarti kue tart atau pai.

Seiring waktu, penyebutannya disederhanakan menjadi “nastar” agar lebih mudah diucapkan. Nama tersebut mencerminkan perpaduan budaya antara Eropa dan Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X