TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Vaksinasi adalah salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Namun, masih saja ada masyarakat yang meragukan.
Bahkan, di masyarakat beredar mitos-mitos yang salah seputar vaksin Covid-19. Mitos-mitos yang pada dasarnya mengajak orang untuk menolak vaksinasi.
Padahal, baksinasi adalah cara untuk menciptakan kekebalan komunal atau herd ummunity.
Baca Juga: Pemerintah Distribusi Vaksin dengan Kedepankan Prinsip Pemerataan
Setidaknya, jika sebanyak 70 persen penduduk di suatu populasi sudah divaksin, maka kekebalan kelompok akan tercapai. Hasilnya, virus Covid-19 tidak akan berkembang.
Entah bagaimana mitos-nitos itu beredar. Yang jelas, mitos itu tidak benar. Jangan terjebak hoaks alias kabar bohong.
Berikut beberapa mitos seputar vaksin covid-19 beredar:
Baca Juga: Kabar Baik, Penemu Vaksin AstraZeneca Sebut Covid-19 Melemah dan Bakal Jadi Flu Biasa
Vaksin membuat mandul
Vaksin Covid-19 yang disuntikkan kabarnya berisiko risiko pada kesuburan dan membuat perempuan mandul.
Pakar epidemiologi pneumokokus Dr Katherine O'Brien menegaskan vaksin tidak akan menyebabkan kemandulan.
“Rumor ini tidak benar. Tidak ada vaksin yang menyebabkan kemandulan,” kata Kate dalam sesi wawancara bersama World Health Organization (WHO).
Baca Juga: Mulai Berlaku, Sertifikat Vaksin Syarat Naik KRL. Jangan Lupa Bawa KTP!
Vaksin mengubah DNA
Artikel Terkait
Momentum Penurunan Kasus, Pemerintah Tingkatkan Deteksi, Terapeutik, dan Vaksinasi
Antisipasi Risiko Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Percepat Vaksinasi untuk Lansia
Vaksin AstraZeneca Donasi dari Italia Tiba di Indonesia. Wujud Sukses Diplomasi Vaksin RI
Vaksin Covid-19 Tahap 81 Langsung Didistribusikan ke 7 Provinsi di Tanah Air
Indonesia Kedatangan 600 Ribu Dosis Vaksin Donasi Pemerintah Perancis
Kunjungi Merauke, Presiden Jokowi Pastikan Vaksinasi Merata dari Sabang Sampai Merauke