Deoxyribonucleic Acid atau DNA sebagai materi genetik sifat dan karakter fisik seseorang disebut akan berubah setelah seseorang divaksin.
Apa kata Kate tentang hal ini?
“Kami punya dua vaksin mRNA. Saya katakan tidak mRNA bisa berubah menjadi DNA sel manusia,” kata Kate.
Menurut dia, mRNA, adalah instruksi tubuh untuk membuat protein. Kebanyakan vaksin dikembangkan seperti itu, serta memberikan komponen kecil dari kuman yang dicoba untuk divaksinasi.
Baca Juga: Presiden Serukan Perkuat Ketahanan Kesehatan Dunia Dengan Atasi Ketimpangan Vaksin Antar Negara
“Kami hanya memberi instruksi kepada tubuh untuk membuat bagian kecil itu yang kemudian sistem kekebalan akan meresponnya,” jelas Kate.
Mengandung bahan kimia yang berbahaya
Banyak masyarakat yang percaya pada mitos ini, dan membuatnya sebagai alasan mereka menolak vaksinasi.
Menurut Kate, sebelum disuntikkan vaksin sudah melalui uji klinis. Jadi, vaksi yang disuntikkan dipastikan aman.
“Uji klinis melalui proses panjang. Kalau tidak aman tidak mungkin kelangan medis merekomendasikan vaksinasi,” jelas dia.
Selain itu, lanjut Kate, pembuatan vaksin di bawah pengawasan ketat dengan kualitas konstan. Dipastikan vaksin dibuat dengan kualitas terbaik dan aman digunakan,” ujar Kate.***
Artikel Terkait
Momentum Penurunan Kasus, Pemerintah Tingkatkan Deteksi, Terapeutik, dan Vaksinasi
Antisipasi Risiko Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Percepat Vaksinasi untuk Lansia
Vaksin AstraZeneca Donasi dari Italia Tiba di Indonesia. Wujud Sukses Diplomasi Vaksin RI
Vaksin Covid-19 Tahap 81 Langsung Didistribusikan ke 7 Provinsi di Tanah Air
Indonesia Kedatangan 600 Ribu Dosis Vaksin Donasi Pemerintah Perancis
Kunjungi Merauke, Presiden Jokowi Pastikan Vaksinasi Merata dari Sabang Sampai Merauke