Olahraga Ternyata Bisa Berdampak Pada Tingkat Kesuburan. Begini Penjelasannya...

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Selasa, 28 September 2021 | 19:10 WIB
Ilustrasi orang sedang berlari (pic. piqsel)
Ilustrasi orang sedang berlari (pic. piqsel)

TITIKTEMU.CO, Jakarta – Olahraga adalah sesuatu yang baik dan dianjurkan. Dengan cara dan waktu yang benar kesehatan seseorang akan menjadi lebih baik. Tetapi olahraga yang berlebihan bisa berdampak buruk. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, olahraga berlebihan justru bisa menurunkan exuberant atau tingkat kesuburan

Olahraga seperti apa yang dianggap berlebihan? Namun, apakah hal ini benar? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Hubungan antara olahraga berlebihan dan penurunan kesuburan sebenarnya masih jadi perbincangan. Olahraga yang dilakukan berintensitas ringan dan sedang, dan seuai dengan kaidah yang tepat akan berdampak pada kesuburan.

Baca Juga: DAMRI Telah Membuka Rute Yogyakarta ke Dieng untuk Mendukung Peningkatan Pariswisata

Pada studi tahun 2017 jurnal Sports Medicine membuktikan adanya risiko penurunan kesuburan jika seseorang melakukan olahraga dengan intensitas berat.

Dalam studi diungkapkan bahwa Intensitas olahraga berat lebih dari 60 menit dalam sehari dapat mencegah terjadinya ovulasi. Ovulasi adalah salah satu fase dalam siklus menstruasi wanita, di mana sel telur dilepaskan dari ovarium.

Sel telur yang normal akan bergerak menuju tuba falopi, bersiap untuk pembuahan. Tetapi, karena olahraga berlebihan memicu stres pada tubuh, hal ini menghambat fungsi kelenjar pituitari pada otak. Kelenjar pituitari merupakan kelenjar yang berfungsi mengatur mekanisme ovulasi.

Baca Juga: Kuda Hitam Sheriff Tiraspol Akan Jajal Real Madrid di Estadio Santiago Bernabeu

Stress karena olahaga berlebihan ini yang justru memicu kelenjar pituari mencegah ovulasi. Ovulasi yang terhenti dapat berimbas pada penurunan kesuburan.

Olahraga berlebihan juga menimbulkan dampak negatif pada fungsi hormon leptin, sehingga nafsu makan menurun. Padahal, tubuh butuh nutrisi yang cukup untuk mengalami ovulasi atau pelepasan sel telur.

Hal ini pada akhirnya bisa menghambat ovulasi, yang berujung pada amenore yang ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Baca Juga: Kopi Single Origin, Kopi Blend, Apa Sih Maksudnya?

Apa Jenis Olahraga yang Baik?

Dengan adanya klaim bahwa olahraga berlebihan bisa mengganggu kesuburan sebaiknya tidak menyurutkan semangat kamu untuk rutin berolahraga, ya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Halodoc

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X