TITIKTEMU.CO - Istilah single origin kerap kita temui saat ngopi warung kopi atau coffee shop. Setidaknya istilah itu tertulis di daftar menu.
Wajar jika banyak yang tidak memahami istilah ini dengan baik. Pasalnya, istilah kopi single origin lebih dikenal di kalangan pelaku usaha dunia perkopian.
Tapi, tak ada salahnya kalian yang hobi ngopi tahu istilah ini. Lumayan bisa ngerti sedikit-sedikit jika ada teman ngobrol soal kopi.
Baca Juga: Mengapa Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan? Begini Penjelasannya
Pelabelan kopi single origin mengacu pada tempat atau asal mula biji kopi ditanam. Sederhananya, kopi single origin adalah biji kopi yang berasal dari satu daerah.
Bisa juga kopi dari satu perkebunan yang sepesifik dan tidak bisa direkayasa. Selanjutnya kopi diberi nama sesuai asalnya, misalnya kopi Gayo, Papua, Sindikalang, dan lainnya.
Pelabelan itu masih bersifat umum. Sebab, setiap negara penghasil kopi mempunyai teknik tanam dan varietas kopi masing-masing.
Baca Juga: Kopi Untuk Terapi Kecantikan. Simak Manfaatnya
Varietas kopi Indonesia umumnya Linie S, Typica atau Sigararutang. Di Afrika ada Bourbon, serta Caturra (kopi kuning) di Amerika Latin.
Pelabelan single origin ini untuk menyempitkan asal dan varietas kopi. Banyaknya varietas kopi butuh kategori yang lebih spesifik, khas, dan partikular.
Dengan kata lain, kopi single origin dalam hal ini berbicara tentang area, wilayah atau daerah yang lebih khusus lagi sebagai tempat menanam kopi.
Baca Juga: Warung Kopi Asiang Tak Lekang oleh Zaman, Kopinya Juara...
Contohnya kopi Gayo (Atu Lintang), Jawa Barat (Andung Sari) , Flores (Manggarai), atau Papua (Wamena). Lebih spesifik karena memasukkan tempat yang lebih sempit.
Apa perlunya kopi single origin?
Artikel Terkait
Ini Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta, Suka yang Mana?
7 Kopi Terbaik di Indonesia, yang Mana Favoritmu?
Selamat Tinggal Kopi Gosong, Tren Kopi di Kalangan Milenial
Cafe Dangdut Buka di New York, Promosikan Kopi, Dangdut, dan Goyangannya
Bukan Pagi Hari, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi
Mengapa Harga Kopi Luwak Mahal? Karena...
Program Ngopi Doeloe mengangkat kopi Ulubelu raih penghargaan ISDA 2021