Polisi setempat mengonfirmasi bahwa lebih dari 240 orang tewas, termasuk 217 penumpang dewasa, 11 anak-anak, dan 2 bayi. Beberapa warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian juga turut menjadi korban.
Baca Juga: Pemerintah Cabut Izin Tambang di Raja Ampat, Aspirasi Masyarakat dan Upaya Jaga Lingkungan
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Upaya pencarian dan evakuasi korban masih dilakukan tim SAR, kepolisian, serta pemadam kebakaran. Medan yang sulit karena reruntuhan bangunan dan kondisi jenazah yang terbakar menyulitkan proses identifikasi.
Pemerintah Negara Bagian Gujarat menginstruksikan agar seluruh proses identifikasi dilakukan dengan uji DNA, terutama karena banyak jenazah dalam kondisi hangus atau rusak parah.
Keluarga penumpang diminta memberikan sampel DNA. Beberapa rumah sakit di Ahmedabad juga disiapkan untuk menangani jenazah dan memberikan layanan psikologis kepada keluarga korban.
Investigasi Masih Berlangsung
Otoritas penerbangan India telah menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Selain itu, pihak Boeing dan perwakilan pemerintah Inggris juga ikut bergabung dalam proses penyelidikan.
Kotak hitam (black box) pesawat sudah ditemukan. Diharapkan rekaman suara di kokpit dan data teknis penerbangan bisa mengungkap sebab-sebab pesawat mengalami gangguan setelah tinggal landas.***
Artikel Terkait
Trump Desak Apple Produksi iPhone di Amerika Serikat, Ancam Kena Tarif Impor 25 Persen
Hubungan Bilateral Indonesia-Tiongkok, Prabowo Ungkap Kedua Negara Bersama Ciptakan Kawasan Damai dan Aman
Gedung Putih Siap Banding Putusan Pembatalan Tarif Era Trump: Yakin Menang di Pengadilan Tinggi
Jelang Puncak Haji Operasional Bus Shalawat Dihentikan Sementara. Jemaah Fokus pada Armuzna
Hubungan yang Retak: Elon Musk dan Donald Trump Tidak Lagi Sejalan