TITIKTEMU.CO - Ketegangan geopolitik yang memanas akibat mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan mendorong pergerakan harga minyak mentah dan emas dunia menjadi sangat fluktuatif pada pekan depan.
Dengan rentang pergerakan yang cukup lebar karena pasar global sedang menunggu arah konflik, stabilitas pasokan energi, kebijakan suku bunga, serta potensi tekanan inflasi yang dapat muncul dari gangguan distribusi energi di kawasan strategis Timur Tengah.
Ketegangan Geopolitik Dorong Volatilitas Harga Energi
Gagalnya upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran membuat pasar komoditas kembali berada dalam kondisi waspada.
Ketidakpastian ini langsung tercermin pada proyeksi harga minyak mentah dunia yang diperkirakan bergerak dalam rentang yang cukup ekstrem.
Analis komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak mentah memiliki level support di sekitar 78,7 dollar AS per barel, sementara resistance berpotensi berada di kisaran 107,9 dollar AS per barel.
Artinya, pasar energi global berpeluang mengalami pergerakan harga yang tajam tergantung perkembangan situasi geopolitik.
Pada perdagangan sebelumnya, minyak mentah acuan West Texas Intermediate untuk kontrak Mei tercatat turun sekitar 1,5 persen menjadi 96,37 dollar AS per barel setelah sempat menyentuh level psikologis 100 dollar AS di awal sesi.
Sementara itu, minyak mentah acuan global Brent Crude untuk pengiriman Juni juga melemah 1,3 persen ke posisi 94,69 dollar AS per barel.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar masih menimbang berbagai kemungkinan skenario yang dapat terjadi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Drama Korea Bertema Chaebol Paling Ikonik: Dari Cinta Kontrak hingga Dunia Elite yang Penuh Intrik
Selat Hormuz Jadi Kunci Stabilitas Pasar Energi
Salah satu faktor yang paling diperhatikan investor adalah kemungkinan gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah, khususnya jalur strategis Selat Hormuz.
Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia melewati wilayah tersebut. Jika konflik meningkat dan jalur ini terganggu atau bahkan ditutup, maka pasokan minyak global bisa langsung tertekan.
Artikel Terkait
Gelar Ruang Dialog Ilmiah USAHID Soroti Perkembangan Geopolitik. Perang Modern: Dari Senjata ke Algoritma dan Konstruksi Kebenaran
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo dan Prameks Jogja–Kutoarjo 13–18 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru!
Nippon Sangoku Episode 2 Sub Indo: Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Link Nonton
Slow Living di Desa, Nasehat untuk Orang Kota: Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata
Drama Korea Bertema Chaebol Paling Ikonik: Dari Cinta Kontrak hingga Dunia Elite yang Penuh Intrik
Wacana War Ticket Haji Ramai Dibahas, Pemerintah Tegaskan Masih Tahap Kajian
Ramai Sorotan Anggaran Rp113 Miliar untuk EO, Ini Penjelasan Badan Gizi Nasional
Descendants of the Sun Versi Indonesia Siap Diproduksi, Reza Rahadian dan Dian Sastro Pemeran Utama?
Perfect Crown Meledak di Episode 2, Pimpin Rating Drama Korea di Slot Tayang
Review MaGer APK 2026, Kelebihan dan Kekurangan: Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman yang Patut Dicoba