TITIKTEMU.CO, Nairobi - KBRI Nairobi bersama Committee in Nairobi (ACN) yang terdiri dari 4 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand yang memliki perwakilan di Kenya menggelar ajang ASEAN Food Festival (AFF) 2026 yang menampilkan beragam kuliner khas dan produk seni budaya tradisional dari masing-masing negara.
Gelaran yang diprakarsai oleh KBRI Nairobi ini sukses mempromosikan kuliner dan seni budaya Indonesia di AFF 2026, di Village Market (VM) Mall, Nairobi, Kenya (25/4/2026).
Baca Juga: Dampak Krisis Selat Hormuz: Tarif Melintas di Terusan Panama Tembus Rp 68 Miliar!
Duta Besar (Dubes) RI di Nairobi, Witjaksono Adji, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN Committee in Nairobi (ACN) 2026, telah membuktikan kepemimpinan Indonesia, melalui pengejawantahan softpower diplomacy, khususnya promosi kuliner dan seni budaya, dan berhasil meningkatkan visibilitas ASEAN di masyarakat Kenya.
Pada AFF 2026 tersebut juga menghadirkan komunitas masyarakat Vietnam, meskipun negara tersebut belum memiliki kantor Perwakilannya di Kenya.
Stan Indonesia, yang digawangi oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Nairobi, dan Diaspora Indonesia di Nairobi, ramai dikunjungi warga Kenya dan negara-negara lainnya.
Baca Juga: Cara Mengatasi Error 3302 Pinterest, Tidak Bisa Simpan Gambar ke Galeri iPhone
Dengan lokasi acara yang sangat strategis dan dekat dengan Markas Besar PBB di Bidang Lingkungan Hidup dan Pemukiman (UNEP dan UN Habitat), serta terbuka untuk umum itu sangat mendukung kehadiran banyaknya pengunjung yang berasal dari berbagai negara, dengan total pengunjung mencapai lebih dari 1000 orang.
Melalui makanan menunjukkan bagaimana cara kita terhubung dengan orang lain
Kegiatan ini dibuka oleh Dubes Witjaksono Adji, Ia menyampaikan bahwa festival ini adalah tentang makanan dan seni budaya, serta kisah-kisah di baliknya.
Dubes mengatakan, melalui makanan, kita berbagi, siapa diri kita, tradisi kita, keluarga kita, dan bagaimana cara kita terhubung dengan orang lain.
“Setiap hidangan yang disajikan hari ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di negara kita. Makanan, minuman, dan seni budaya yang tumbuh dan berkembang dengan dinamis, menciptakan nilai-nilai luhur dalam masyarakat dengan penuh kedamaian”, ujar Dubes Witjak.
Baca Juga: Joko Anwar Buka Peluang Ghost in The Cell Versi Perempuan, Begini Katanya
Dubes juga mengatakan, festival ini merupakan satu dari berbagai cara untuk memperkenalkan negara-negara Asia Tenggara yang terkenal dengan kulinernya.
Artikel Terkait
Gudeg, Kopi Joss, dan Kopi Klothok yang Tidak Lagi Merakyat, Wisatawan Membuatnya Menjadi Kuliner Mahal
Serial Luka, Makan, Cinta di Netflix, Drama Keluarga Dibalut Kuliner, Cek Sinopsisnya
Sinopsis Dilan ITB 1997: Cinta di Persimpangan Jalan, Antara Milea dan Ancika
Mei 2026 Penuh Tanggal Merah! Ini Daftar Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend yang Sayang Dilewatkan
Misteri Penembakan di Acara Trump: Sosok Tersangka Ternyata Guru Jenius Berprestasi
Fakta atau Fiksi? Mengupas Sains di Balik Film Project Hail Mary yang Bikin Penonton Terpukau
Mahar dan Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju: Glamor dan Simbolisme di Balik Cinta