Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz, Ketegangan AS–Iran Picu Kekhawatiran Pasar Minyak Dunia

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB
Gambar ilustrasi Trump umumkan blokade Selat Hormuz (Desain AI )
Gambar ilustrasi Trump umumkan blokade Selat Hormuz (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah dramatis berupa blokade penuh di Selat Hormuz setelah perundingan damai selama 21 jam antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Keputusan yang berpotensi mengguncang stabilitas geopolitik sekaligus memicu lonjakan harga minyak global karena selat tersebut merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia.

Negosiasi Panjang Berakhir Tanpa Kesepakatan

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Donald Trump melalui platform media sosialnya, hanya beberapa saat setelah Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi bahwa perundingan yang berlangsung intens selama hampir sehari penuh tidak berhasil mencapai titik temu.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai memblokade kapal yang mencoba masuk maupun keluar dari Selat Hormuz.

Ia juga menyebut bahwa kapal yang terbukti membayar izin lintas kepada Iran akan dicegat, sementara armada militer AS diperintahkan untuk menetralkan ranjau laut yang dipasang di kawasan tersebut.

Trump mengklaim bahwa operasi militer ini tidak akan dilakukan sendirian karena beberapa negara sekutu disebut akan ikut berpartisipasi, meskipun ia tidak menjelaskan secara detail siapa saja yang akan terlibat dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Wacana War Ticket Haji Ramai Dibahas, Pemerintah Tegaskan Masih Tahap Kajian

Ketegangan Memuncak Sejak Serangan Februari

Krisis di kawasan tersebut sebenarnya sudah memanas sejak akhir Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei.

Pasca serangan tersebut, pasukan elit Iran Islamic Revolutionary Guard Corps membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, menyebabkan aktivitas kapal tanker turun drastis dalam waktu singkat.

Laporan industri energi menunjukkan bahwa volume kapal tanker yang melintas sempat merosot lebih dari 90 persen, mengganggu distribusi sekitar 10 juta barel minyak per hari di pasar global.

Situasi ini memicu kekhawatiran luas karena sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia dan perdagangan LNG internasional melewati selat sempit tersebut setiap hari.

Negara-negara Asia, termasuk China, merupakan penerima utama pasokan energi dari jalur ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X