TITIKTEMU.CO-Motor melaju kencang, jembatan Yokohama jadi arena kejar-kejaran, bahkan ada helikopter yang ikut berantakan. Kalau melihat potongan adegannya saja, Conan Movie 29 memang terlihat seperti film aksi yang sedang kebablasan.
Tapi ternyata bukan itu yang ingin dikejar sutradara Takahiro Hasui.
Film berjudul Malaikat Jatuh di Jalan Raya tersebut resmi tayang perdana di Vietnam pada 24 Juli 2026 dan langsung mencuri perhatian di box office. Hingga saat ini, film ke-29 dari waralaba Detective Conan itu telah mengumpulkan lebih dari 71 miliar VND.
Baca Juga: Viral Mie Gacoan Matraman Disebut Diserang Kelompok Berparang, Polisi Bongkar Cerita Sebenarnya
Namun di balik aksi spektakulernya, Hasui justru ingin penonton melihat sesuatu yang lebih personal: karakter dan hubungan antartokohnya.
Bagi Hasui, kesempatan menggarap Conan Movie 29 bukan perkara ringan. Ia sebelumnya pernah menjadi sutradara Conan Movie 26: The Black Iron Submarine, tetapi menerima tawaran untuk film ke-29 tetap membuatnya tertekan.
Maklum, ia sendiri tumbuh bersama anime Detective Conan. Karakter Conan bukan sekadar tokoh fiksi baginya, melainkan bagian dari masa tumbuhnya. Karena itu, tanggung jawab menggarap film sebesar ini terasa lebih menakutkan daripada menggembirakan.
Baca Juga: Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Cerita film tersebut berangkat dari ide utama Gosho Aoyama. Salah satu arahan penting sejak awal adalah menjadikan Hagiwara Chihaya, polisi wanita dari Kanagawa, sebagai tokoh sentral.
Kanagawa dan Yokohama kemudian dipilih sebagai panggung utama cerita. Sejumlah adegan yang kini menjadi bagian paling heboh dalam film pun ternyata berasal dari gagasan Aoyama, termasuk aksi Chihaya mengendarai motor menuruni jembatan Yokohama hingga melompat ke helikopter.
Conan juga tidak mau kalah. Ada adegan ketika ia menggunakan bola energi untuk menghancurkan helikopter. Kombinasi tersebut membuat Conan Movie 29 terasa seperti pertemuan antara misteri khas Detective Conan dengan film pengejaran berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Bagian kejar-kejaran motor bahkan menjadi salah satu pekerjaan paling rumit bagi Hasui. Ia belum pernah menangani begitu banyak adegan sepeda motor sebelumnya, sehingga tim harus berulang kali menguji pergerakan kendaraan, sudut kamera, hingga ritme penyuntingan.
Teknologi 3D digunakan untuk membantu menciptakan lingkungan dan sejumlah gerakan karakter. Hasilnya memungkinkan kamera bergerak dari berbagai sudut tanpa kehilangan sensasi kecepatan.
Artikel Terkait
Nama Erwan Setiawan Diseret Lagi, 11 Akun Medsos Kini Dibidik Kuasa Hukum Wagub Jabar
Juara Matematika Usia 7 Tahun Pilih Mundur dari Kompetisi di Jerman, Alasannya Bukan Soal Uang
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Tangis Anak Kelas 1 SD Bikin Hati Teriris
Tribun Kejurnas Drift Purwokerto Mendadak Ambruk, Penonton Berjatuhan hingga Ambulans Hilir Mudik
UKKJ Guru Madrasah 2026 Segera Digelar, Kemenag Siapkan 14.080 Formasi untuk Kenaikan Jenjang Jabatan
Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman
Viral Mie Gacoan Matraman Disebut Diserang Kelompok Berparang, Polisi Bongkar Cerita Sebenarnya