Kekosongan yang Tidak Bisa Digantikan
Sepanjang pagi hingga siang itu, pelayat masih datang silih berganti ke rumah duka. Tugimin masih menyambut mereka dengan senyum yang dipaksakan. Di tengah ruangan, potret Alvaro berdiri, dikelilingi karangan bunga.
Kasus ini menyisakan banyak pertanyaan tentang keamanan anak di tangan orang paling dipercaya, dan orang terdekat.
Alvaro memang tak akan pernah kembali. Namun, keluarganya berharap kisah tragis ini menjadi pengingat bahwa kekerasan bisa datang dari lingkar terdekat, bahkan dari orang yang selama ini tampak penuh kasih.
Dan di antara isak tangis, hanya satu harapan yang terus diulang keluarga: Semoga Alvaro tenang kini, di tempat yang tak lagi menyakitinya.***
Artikel Terkait
Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas di Kostel, Sekamar dengan Perwira Menengan Polisi, Ini Fakta-faktanya
Kasus Dosen Untag Semarang Meninggal di Kostel Memasuki Babak Baru, AKBP Basuki Ditahan
Fakta-fakta Terbaru Kasus Kematian Dosen Untag Semarang, Satu KK dengan AKBP Basuki
Kisah Cinta Terlarang Berujung Petaka, Tewasnya Dosen Untag Semarang di Kos-kosan Hotel
Kasus Kematian Dosen Untag: Dugaan Hubungan Terlarang dan Ancaman Pemecatan AKBP Basuki Menguat
Misteri Hilangnya Alvaro Kiano Nugroho: Terungkap, Ayah Tiri Diduga Pelaku Utama?
Kronologi Hilangnya Alvaro Kiano Hingga Ditemukan Meninggal, Ayah Tiri Bunuh Diri di Tahanan