Kronologi Pembunuhan Versi Keluarga
Dalam kesaksiannya, Sayem juga membeberkan gambaran kronologi yang dia dengar mengenai detik-detik kematian cucunya.
Menurut dia, pelaku diduga mengajak Alvaro pergi membeli mainan. Namun rencana itu ternyata merupakan niat jahat. Alvaro disebut dibekap dengan handuk hingga meninggal dunia.
Usai dibekap, jasad Alvaro lalu dibawa ke Bogor oleh seseorang yang diduga orang suruhan pelaku. Sayem menyebut pelaku sengaja melibatkan pihak lain untuk menghilangkan jejak.
Hingga akhirnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka delapan bulan setelah dinyatakan hilang.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Alvaro Kiano Nugroho: Terungkap, Ayah Tiri Diduga Pelaku Utama?
Sengaja Menghilangkan Jejak
Sayem mengungkapkan bahwa orang suruhan ditugaskan untuk mengumpulkan tulang, plastik, dan benda lain yang berhubungan dengan jasad.
Pelaku juga disebut menggunakan sarung tangan agar sidik jarinya tidak terdeteksi. Plastik berisi bagian tubuh Alvaro kemudian dibuang di sekitar sungai, dengan cara diikatkan ke pohon agar tidak terbawa arus.
“Kalau nggak diikat mungkin udah hanyut. Jadi mungkin sampai sekarang udah delapan bulan,” kata Sayem.
Detail-detail itu menimbulkan dugaan bahwa pembunuhan Alvaro bukan tindakan spontan, melainkan kejahatan yang sudah direncanakan dengan matang.
Ayah Tiri Sempat Ikut Pencarian
Yang membuat keluarga semakin hancur adalah fakta bahwa Alex ikut dalam pencarian Alvaro ketika anak itu dilaporkan hilang pada Maret 2025.
Selama berbulan-bulan, dia berpura-pura berduka bersama keluarga, menyusuri berbagai lokasi, bahkan ikut menghubungi pihak-pihak yang disebut memberi petunjuk.
“Kami nggak pernah curiga sama dia. Nggak pernah ada perubahan sikap. Makanya kami sama sekali nggak menyangka,” ujar Sayem.
Artikel Terkait
Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas di Kostel, Sekamar dengan Perwira Menengan Polisi, Ini Fakta-faktanya
Diamnya Perusahaan, Ramainya Publik: Misteri Meninggalnya Dirut BJB yang Belum Terjawab
Kasus Dosen Untag Semarang Meninggal di Kostel Memasuki Babak Baru, AKBP Basuki Ditahan
Fakta-fakta Terbaru Kasus Kematian Dosen Untag Semarang, Satu KK dengan AKBP Basuki
Mantan Sopir Jadi Tersangka Pembakaran Rumah Hakim PN Medan, Polisi Ungkap Motif dan Rencana Aksinya
Kisah Cinta Terlarang Berujung Petaka, Tewasnya Dosen Untag Semarang di Kos-kosan Hotel
Vonis 4,5 Tahun untuk Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Tuai Kritik: Dinilai Kriminalisasi Keputusan Bisnis BUMN