Diamnya BJB memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa tidak ada rilis resmi?
Mengapa konferensi pers tak juga digelar?
Mengapa perusahaan publik memilih bungkam soal peristiwa besar yang menyangkut pucuk pimpinannya?
Sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia, Bank BJB memiliki kewajiban untuk menyampaikan keterbukaan informasi material, termasuk kejadian yang menyangkut direksi.
Karena itu, absennya keterangan resmi dianggap janggal dan berpotensi mempengaruhi persepsi pasar.
Baca Juga: Status Gunung Semeru Level Awas, Warga di Zona Merah Diminta Segera Mengungsi
Upaya Konfirmasi yang Belum Membawa Jawaban
Dalam sebuah siaran pers ada koresponden yang mencoba menghubungi Ayi Subarna, yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas direktur utama menggantikan Yusuf Saadudin.
Namun hingga berita ditayangkan, tidak ada tanggapan dari Ayi maupun pihak manajemen BJB lainnya.
Publik pun masih menunggu kejelasan—baik soal kronologi yang sebenarnya maupun alasan perusahaan memilih diam di tengah tingginya kebutuhan akan transparansi.***
Artikel Terkait
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi
Sidang Perdana Kasus Suap Proyek Jalan Rp165 M di Sumut: Eks Kadis PUPR Topan Ginting Didakwa Terima Rp50 Juta
Polda Metro Jaya Pastikan Ijazah Jokowi Disita sebagai Barang Bukti, Akses Publik Dibuka Setelah Penyidikan Rampung
Walk Out di Forum Reformasi Polri: Refly Harun dan RRT Protes Larangan Bicara untuk Tersangka
Status Gunung Semeru Level Awas, Warga di Zona Merah Diminta Segera Mengungsi
Kasus Korupsi Google Cloud Kemendikbud Naik Penyidikan, KPK Siapkan Pelimpahan ke Kejagung
DPR Sahkan KUHAP Baru 2025: Ini Perubahan Penting dan Respons Berbagai Pihak
Wakapolri Akui Respons Lambat Laporan Masyarakat, Polri Siapkan Perbaikan Layanan Publik dan Pengawasan Internal
Timur Kapadze Dikabarkan Datang ke Indonesia untuk Liburan, Belum Pasti Bertemu PSSI
Tabungan Emas Holding Umi BRI Melejit 66,9 Persen. Masyarakat Makin Semangat Berinvestasi Tembus Hingga 13,7 Ton