TITIKTEMU.CO - Setelah kematian Ali Khamenei pada 28 Februari 2026, Reza Pahlavi menyatakan siap memimpin masa transisi Iran. Siapa dia sebenarnya?
Sejarah Iran modern tidak bisa dilepaskan dari kisah naik dan runtuhnya Dinasti Pahlavi. Dinasti ini pernah membawa Iran menuju modernisasi besar-besaran, namun juga berakhir dengan revolusi rakyat yang dramatis.
Perjalanan dimulai dari seorang perwira militer sederhana Reza Shah Pahlavi, dan berakhir dramatis pada putra sekaligus penerusnya, Mohammad Reza Shah Pahlavi.
Baca Juga: Kabar dari Iran: Mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel?
Sang penerus terpaksa meninggalkan Iran pada Januari 1979 di tengah gelombang revolusi yang dipimpin ulama karismatik Ruhollah Khomeini.
Dia baru saja tumbang, dan harus menjalani pengasingan panjang, mulai dari Mesir, Maroko, Bahama, Meksiko, hingga Amerika Serikat.
Peristiwa yang dikenal sebagai Revolusi Iran 1979 ini bukan hanya mengakhiri monarki di Iran, tapi juga mengubah peta geopolitik Timur Tengah hingga sekarang.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Ini Profil dan Jejak Kepemimpinannya di Iran
Awal Dinasti Pahlavi: Dari Prajurit menjadi Raja
Kisah Dinasti Pahlavi bermula dari kehidupan sederhana Reza Shah Pahlavi yang lahir pada 15 Maret 1878 di desa Alasht, wilayah Mazandaran, Iran.
Ia berasal dari keluarga militer kelas menengah bawah. Ayahnya, Abbas Ali Khan, adalah seorang perwira militer yang meninggal saat Reza masih bayi.
Kehidupan masa kecilnya sulit. Ibunya membawa Reza kecil ke Teheran untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di kota itu, ia tumbuh dalam kondisi ekonomi terbatas, namun ditempa menjadi pribadi keras dan disiplin.
Saat remaja, Reza bergabung dengan Brigade Cossack Persia, unit militer elite yang saat itu dilatih perwira Rusia. Tak disangka, karier militernya berkembang pesat.
Ia dikenal sebagai prajurit yang pendiam namun tegas. Di balik sikapnya yang kalem, Reza Pahlavi menyimpan kemampuan kepemimpinan yang kuat.