Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS–Israel, Ini Profil dan Jejak Kepemimpinannya di Iran

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 2 Maret 2026 | 11:03 WIB
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS–Israel. Simak profil, peran, dan jejak kepemimpinannya di Iran. (instagram@khamenai_ir)
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS–Israel. Simak profil, peran, dan jejak kepemimpinannya di Iran. (instagram@khamenai_ir)

TITIKTEMU.CO - Media pemerintah Iran pada Minggu dini hari mengumumkan bahwa Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei, meninggal dunia akibat serangan rudal gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Konfirmasi tersebut muncul beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, lebih dulu menyatakan kematian Khamenei. Dalam laporan resmi disebutkan bahwa sejak gelombang awal serangan menghantam sejumlah titik strategis di Iran, Khamenei kehilangan kontak hingga akhirnya dipastikan tewas.

Kematian pada usia 86 tahun ini menutup era panjang kepemimpinannya yang telah berlangsung sejak 1989, ketika ia menggantikan Ruhollah Khomeini, tokoh utama Revolusi Islam 1979.

Baca Juga: Profil Ayatollah Alireza Arafi: Pemimpin Baru Iran Usai Wafatnya Ali Khamenei

Peran Sentral Pemimpin Agung Iran

Dalam struktur politik Republik Islam Iran, Pemimpin Agung memegang otoritas tertinggi negara. Jabatan tersebut memiliki kewenangan luas, mulai dari mengangkat pimpinan lembaga peradilan, menunjuk komandan militer, hingga membentuk Dewan Garda yang bertugas meninjau undang-undang dan mengawasi pemilu.

Selama lebih dari tiga dekade, Khamenei membentuk Iran sebagai kekuatan regional yang tegas berseberangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Di bawah kepemimpinannya, pengaruh militer dan politik Teheran meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah.

Namun, di dalam negeri, pemerintahannya juga dikenal keras dalam menghadapi demonstrasi dan gelombang ketidakpuasan publik.

Pemerintah Iran memuji Khamenei sebagai penerus sah Khomeini dan simbol perlawanan terhadap Barat. Sebaliknya, sejumlah negara Barat memandangnya sebagai figur otoriter yang bertanggung jawab atas instabilitas kawasan.

Baca Juga: Profil dan Biodata Ayatollah Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Agung Iran 1989–2026

Latar Belakang dan Awal Perjalanan Politik

Seyyed Ali Khamenei lahir pada 17 Juli 1939 di Mashhad, kota suci di timur laut Iran. Ia tumbuh dalam keluarga ulama sederhana dan menempuh pendidikan agama di pusat studi Syiah terkemuka seperti Najaf dan Qom.

Sejak usia muda, ia tertarik pada gagasan Islam revolusioner dan aktif menentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi. Pertemuannya dengan Khomeini pada 1958 menjadi titik balik penting, membawanya masuk ke dalam lingkaran gerakan revolusioner.

Khamenei terlibat dalam aktivitas bawah tanah dan sempat ditahan serta disiksa oleh SAVAK, polisi rahasia Shah. Setelah Revolusi Islam 1979 berhasil menggulingkan monarki, karier politiknya melesat. Ia pernah menjabat sebagai presiden Iran selama dua periode (1981–1989) sebelum akhirnya terpilih menjadi Pemimpin Agung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X