TITIKTEMU.CO, Pekan ini adalah pekan terakhir jemaah haji di Madinah. Jika masih ada kesempatan mungkin Masjid Quba menjadi salah satu destinasi utama, baik jemaah umrah maupun haji. Nilai sejarah dan ibadah menjadi alasan utama para peziarah berkunjung ke sini.
Masjid Quba terletak sekitar empat kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah. Masjid ini dipercaya sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw. Di masjid ini juga pertama kalinya dilaksanakan salat berjamaah secara terang-terangan.
Ketika pertama kali dibangun, masjid ini terletak sekitar enam kilometer di pinggiran selatan Yatsrib (nama Madinah saat itu), di desa Quba. Saat itu, Madinah belum diperluas hingga mencakup desa ini.
Pada dasarnya, Quba adalah sumur di perkampungan yang dihuni penduduk dari Bani Amr bin Auf, milik Abu Ayyub Al-Ansari. Unta betina Nabi pertama kali berlutut di sana untuk meminum air setelah perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah.
Baca Juga: Masjid Bani Salim Al Jum'ah, Masjid Shalat Jumat Pertama Nabi Muhammad SAW
Konsultan Ibadah PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Prof Dr KH Aswadi mengatakan, dalam peristirahatan di Quba selama empat hari sembari menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib, Nabi Muhammad tinggal di rumah Kultsum ibn al-Hadmi, dari Bani Amr bin Auf, dan memulai pembangunan masjid tersebut yang diberi nama Quba.
Nabi sendiri yang meletakkan beberapa batu bata tersebut, dan para sahabatnya bergabung dengannya. Masjid Quba dibangun dengan batu bata mentah dan atap dari daun kurma. Mereka bekerja keras, membawa batu-batu, dan pasir untuk pembangunan, dan Nabi sendiri yang menanggung beban di punggungnya.
Saat ini, Masjid Quba adalah masjid terbesar kedua di Madinah. Kajian sejarah Islam tentang Masjid Quba menunjukkan pentingnya masjid ini.
Menurut Aswadi, fadilah salat di Masjid Quba sangat besar. Ia mengutip hadis dari Ibnu Majah, "Siapa yang berwuduk di rumahnya, lalu ia mendatangi Masjid Quba, dan ia melaksanakan salat di dalamnya, maka pahalanya seperti pahala umrah.”
Dalam riwayat, Rasulullah semasa hidupnya, selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin, dan Kamis. Setelah beliau wafat, para sahabat juga sering menziarahi masjid ini dan melaksanakan salat di dalamnya.
Baca Juga: Masjid Bilal Di Madinah , Mengenang Sahabat Nabi Yang Melantunkan Adzan Pertamakali
Masjid Quba juga disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai masjid yang dibangun atas dasar takwa dan orang-orang yang berada di dalamnya adalah orang-orang yang selalu membersihkan diri, sebagaimana dalam Surat At-Taubah ayat 107 sampai 110.
Menurut Aswadi, turunnya ayat tersebut tidak lepas dari Masjid ad-Dirar, masjid yang membawa kerugian kepada umat Islam. Masjid ad-Dirar awalnya mendapat persetujuan dari Nabi Muhammad SAW namun kemudian dihancurkan setelah beliau kembali dari Ekspedisi ke Tabuk.
Menurut sebagian besar ulama, masjid ini dibangun oleh 12 orang munafik, mengikuti arahan Abu Amir al-Rahib, seorang Hanif yang menolak seruan Muhammad untuk masuk Islam dan bersekutu dengan non-Muslim Makkah dalam Perang Uhud.
Abu Amir memengaruhi para pengikutnya untuk membentengi masjid dan mengumpulkan senjata, menyarankan rencana pembentukan tentara, yang konon didukung oleh Heraclius, untuk mengusir Muhammad dari Yatsrib.
Artikel Terkait
Masjid Rotowijayan Menjadi Sejarah Panjang Perlawanan Kraton
Masjid Soko Tunggal , Unik Hanya Ditunjang Satu Tiang Penyangga Tapi Sarat Filosofi
Masjid Parit "Jami' al-Khandaq" , Masjid Tujuh Yang Hanya Ada 6
Masjid Bilal Di Madinah , Mengenang Sahabat Nabi Yang Melantunkan Adzan Pertamakali
Masjid Bani Salim "Al Jum'ah", Masjid Shalat Jumat Pertama Nabi Muhammad SAW