“Seperti menjauhi riba, ghibah, dan namimah. Caranya agar bisa husnudzan kepada orang lain adalah melihat semuanya berdasarkan takdir Allah. Kita baik, tapi juga bisa buruk. Nah, yang sekarang buruk bisa jadi suatu saat jadi baik,” jelasnya.
Baca Juga: RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang
Gus Baha menegaskan, manusia tidak diutus Allah SWT untuk meneliti orang lain. Dengan mental demikian, di bulan Ramadhan kita lebih fokus mencari ridha Allah SWT dan mendoakan orang mukmin semuanya. “Itu persiapan penting dalam mencari Lailatul Qadar,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Sepuluh Perkara Penting yang Harus Diperhatikan di Bulan Puasa agar Ramadhan Produktif, Barokah dan Manfaat
RAMADHAN : Hukum Menggosok Gigi dengan Pasta bagi Orang Berpuasa, Batal atau Nggak?
RAMADHAN : Sedang Berpuasa, Atasi Gangguan Kenaikan Asam Lambung, Simak Penjelasan untuk Mengatasinya
RAMADHAN : Empat Hikmah di Balik Makan Sahur, Banyak Manfaatnya Lho…
RAMADHAN: Bolehkah Shalat Witir Langsung Tiga Rakaat Sekaligus? Simak Jawaban Ustadz M Ali Zainal Abidin
RAMADHAN: Bakda Sholat Witir Tiga Rakaat, Disunnahkan Membaca Doa ini!
RAMADHAN: Masjid Kauman Jogjakarta Sediakan Buka Puasa Istimewa di hari Kamis. Ini Menunya!
RAMADHAN: Lima Perkara yang Harus Dihindari Agar Puasa Terpelihara Mendapatkan Pahala