RAMADHAN: Bakda Sholat Witir Tiga Rakaat, Disunnahkan Membaca Doa ini!

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Minggu, 10 April 2022 | 14:07 WIB
ilustrasi. (pic. muhammadiyah.or.id)
ilustrasi. (pic. muhammadiyah.or.id)

TITIKTEMU.CO  - Di dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tentang Salat Tathawwu’ dan dalam buku berjudul “Tuntunan Ramadlan” yang disusun oleh Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah cetakan tahun 2012 tercantum bacaan doa setelah 3 rakaat salat witir.

Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa setelah selesai salat witir disunahkan berdzikir dengan suara nyaring sebagai berikut :

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Maha suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih” (3x)

Baca Juga: RAMADHAN: Bolehkah Shalat Witir Langsung Tiga Rakaat Sekaligus? Simak Jawaban Ustadz M Ali Zainal Abidin

Baca Juga: MUDIK: Jumlah Pemudik Lebaran Bakal Melonjak, DPR Minta Kemenhub Pastikan Kenyamanan dan Keamanan

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

“Yang menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril” (1x)

Hal ini berdasarkan riwayat sebagai berikut: dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah saw ketika salat witir membaca surat“Sabbihisma rabbikal a’la” (al-A’la), dan surat “Qul ya ayyuhal kafirun” (al-Kafirun) dan surat “Qul huwallahu ahad” (al-Ikhlas).

Baca Juga: SEKOLAH KEDINASAN : STAN Terima 750 Mahasiswa Baru, Pakai Nilai UTBK SBMPTN. Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemudian apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali.” [H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1729, Kitab Qiyamu al-Lail wa tatawwu’u an-Nahar, Bab Nau’un Akharun min al-Qira’ati fi al-Witri].

Juga riwayat berikut: “Diriwayatkan dari Abdirrahman bin Abzari dari Nabi saw, sesungguhnya beliau melakukan salat witir dengan membaca surat “Sabbihisma rabbikal a’la” (al-A’la), dan surat “Qul ya ayyuhal kafirun” (al-Kafirun) dan surat “Qul huwallahu ahad” (al-Ikhlas).

Apabila telah selesai salam, Beliau membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali dengan meninggikan suaranya. [H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1750, Kitab Qiyam al-Laili wa tathawwu’u an-Nahari, Bab at-Tasbih ba’da al-Firagi min al-Witri wa Dzikr al-Ikhtilafi ‘ala Sufyan fih).

Baca Juga: Sederet Kiai NU Isi Ngaji Daring Ramadhan: Mulai Gus Mus, Kiai Chalwani Sampai Ulil Abshar. Simak Jadwalnya!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: muhammadiyah.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X