Jangan Lakukan 6 Perkara Ini Agar Amal Kebaikan Tidak Terhapus, Salah Satunya Sibuk dengan Aib Orang Lain

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Minggu, 10 April 2022 | 09:06 WIB
Menggunjing dan membicarakan aib orang lain. Ilustrasi  (Unsplash)
Menggunjing dan membicarakan aib orang lain. Ilustrasi (Unsplash)

TITIKTEMU.CO, WONOGIRI - Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) untuk menjadi panutan dan teladan umat manusia.

Oleh karenanya umat muslim wajib menjalankan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah yang terkandung dalam Alqur'an dan sunnah rasulNya.

Semua amalan yang baik akan sampai kepada Allah ketika seorang hamba mengerjakannya sesuai petunjuk Qur'an dan sunnah (ittiba'). Tentunya musti dilandasi keikhlasan dengan tujuan hanya mengharap ridha Allah.

Baca Juga: Presiden Perbolehkan Mudik Lebaran Tahun ini, Syaratnya Sudah Vaksin Lengkap dan Booster

Namun dalam kehidupan, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan, dengan melakukan beberapa perkara yang dapat menghapus amal-amal kebaikan yang telah kita perbuat.

Tentunya hal ini akan sangat merugikan, bahkan dapat menyebabkan kita tergolong pada orang yang merugi di akhirat kelak.

“Jangan sampai amalan-amalan dan kebaikan yang sudah kita lakukan sia-sia karena kita melakukan enam perkara ini,” kata Ustadz Imam Mahfud Al Hafidz, Imam Masjid Al-Falah Mojoroto, Wonogiri, dalam Kultum Ramadhan, Sabtu, 9 April 2022.

Baca Juga: Sederet Kiai NU Isi Ngaji Daring Ramadhan: Mulai Gus Mus, Kiai Chalwani Sampai Ulil Abshar. Simak Jadwalnya!

Berikut enam perkara yang dapat menghapus amal-amal kebaikan:

1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain)
Membicarakan keburukan orang lain memang mengasyikan, namun dampaknya akan merugikan kita sendiri.

Seperti pepatah “Kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak.” Mencari-cari keburukan lain sehingga lupa pada aib sendiri.

Rasulullah Saw bersabda “… jauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lain…” (HR. Mutaffaq’alaih dan Imam Malik)

Baca Juga: RAMADHAN : Bubur India, Satu Abad Jadi Takjil Khas Buka Puasa di Masjid Pekojan Semarang

2. Qaswatul qulub (hati yang keras)
Hati yang keras seringkali susah menerima nasihat. Kerasnya hati terkadang diibaratkan kerasnya batu karang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X