Sementara itu, Direktur Aset Universitas Gadjah Mada, Dr. Djoko Sulistyo mengatakan pengadaan bus listrik yang ramah lingkungan di internal kampus, merupakan upaya UGM untuk menciptakan lingkungan kampus yang mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan.
”Kita ingin lingkungan kampus semakin nyaman dan kondusif dengan adanya bus listrik ini,” tegasnya.
Menurut Djoko, kebijakan pengadaan bus kampus sejalan dengan komitmen UGM untuk terus mengembangkan fasilitas untuk pedestrian dan fasilitas bagi warga yang berkebutuhan khusus.
“Kita akan terus mengembangkan moda transportasi ramah lingkungan. Bagi pejalan kaki difasilitasi pedestrian dengan kanopi. Termasuk jalur bagi pejalan kaki berkebutuhan khusus. Jalur sepeda juga selalu disiapkan. Ke depan, sepeda kampus akan diremajakan dan akan dilengkapi smart lock dan aplikasi,” jelas Djoko.
Setiap bus TGM mampu membawa 20 penumpang sekaligus.
Untuk sementara, operasional bus dibuka tiap hari kerja, mulai hari Senin hingga Jumat pada pukul 6.30 - 16.16 WIB.
Setiap halte bakal dilewati setiap 1 jam atau 60 menit sekali.
“Satu halte dilewati setiap 60 menit. Jika nantinya bus ditambah, waktu tunggunya bisa 30 menit saja,” katanya.***
Artikel Terkait
Ini Dia 7 Coworking Space di Jogja yang Asyik Buat Kerja dan Nugas
Pilihan Menikmati Gudeg Jogja: Mau Gudeg Basah atau Gudeg Kering?
Liburan ke Jogja? Ini 7 Kuliner Jogja di Kawasan Malioboro yang Super Duper
Berburu 7 Kuliner Jogja di Kaliurang, Sisi Lain Kota Pelajar Jogja yang Layak Dicoba
Bikin Meleleh, Ini 7 Kedai Es Krim di Jogja dengan Sajian Menghanyutkan
SBMPTN : Mengenal Fakultas Geografi UGM, Berstandar Internasional dengan Masa Tunggu Lulusan Cuma 3 Bulan
Segera Lakukan ini Bagi yang Lolos SNMPTN. UGM Terima 2.690 Mahasiswa. Farmasi dan Manajemen Paling Diminati
Pengukuhan Profesor Fapet UGM, Prof. Diah Tri : “Teknologi Reproduksi IVEP Miliki Keunggulan dan Menjanjikan"