Pilihan Menikmati Gudeg Jogja: Mau Gudeg Basah atau Gudeg Kering?

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Selasa, 28 Desember 2021 | 07:33 WIB
Gudeg Jogja. (pic. indonesia.go.id)
Gudeg Jogja. (pic. indonesia.go.id)

TITIKTEMU.CO SLEMAN - Gudeg adalah makanan tradisional dan  menjadi ikon dari Yogyakarta. Belum lengkap rasanya, apabila wisatawan atau masyarakat luar daerah yang berkunjung ke Yogyakarta, belum menikmati lezatnya gudeg.

Gudeg merupakan sayuran berwarna coklat gelap berasa manis yang terbuat dari nangka muda (atau disebut gori dalam bahasa Jawa).

Baca Juga: Covid 19 di Liga Inggris Tembus 100 Kasus Baru dalam Seminggu. Ternyata 16 Persen Pemain Belum Divaksin

Baca Juga: Liga Premier Inggris: Edinson Cavani Selamatkan Manchester United dari Kekalahan Melawan Newcastle

Bumbu dari gudeg sangat khas dan penuh rempah. Rasa manisnya diperoleh dari gula kelapa (gula merah).

Bumbu yang biasa dipakai dalam membuat gudeg adalah laos, daun salam, bawang putih dan bawang merah, kemiri, ketumbar dan yang khas yang biasa dijadikan bahan pewarna gudeg adalah saun jati. Diperlukan waktu lebih dari 6 jam untuk memasak gudeg, kadang sampai kuahnya kering.

Baca Juga: Taman Tresno Jasa Marga Kulon Progo Diresmikan

Ada dua macam gudeg, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Beda antara gudeg basah dan gudeg kering. Beda antara gudeg basah dan kering adalah pada arehnya.

Areh adalah kuah yang sangat kental terbuat dari santan kelapa bercampur dengan ampas minyak kelapa atau blondho. Jenis gudeg basah yaitu lebih berkuah dan bersantan lebih banyak.

Gudeg basah biasanya lebih pedas. Gudeg kering, arehnya lebih kering dan berasa lebih manis.

Baca Juga: Menikmati Bakso Lombok Uleg Khas Temanggung

Dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemkab Sleman, jaman dahulu orang Yogya hanya mengenal satu jenis gudeh, yakni gudeg basah. Gudeg kering dikenal setelahnya sekitar 57-an tahun dari saat sekarang ini.

Hal ini setelah orang-orang dari luar Yogya mulai membawanya sebagai oleh-oleh. Keuntungannya, gudeg pun tumbuh sebagai home industry makanan tradisional di Yogyakarta.

Gudeg Yu Djum contohnya yang terkenal dengan gudeg basah, sedangkan Gudeg Hj. Amad dan Gudeg Yu Narni terkenal dengan gudeg kering.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Pemkab Sleman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X