TITIKTEMU.CO - Salah satu waktu yang dimuliakan dalam Islam adalah malam Nisfu Syaban yang jatuh pada malam ke-15 di bulan Syaban atau tanggal 17 Maret 2022 malam menurut penanggalan masehi.
Di malam tersebut, diyakini catatan amal tahunan dilaporkan.
Nisfu berarti "tengah" dan Syaban adalah nama bulan dalam penanggalan Hijriah sebelum Ramadhan.
Nisfu Syaban dianggap sebagai salah satu malam terbesar dalam kalender Islam. Keistimewaan Nisfu Syaban seringkali disamakan dengan Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Sebagaimana waktu-waktu mulia lainnya dalam Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah. Malam ini dipercaya memiliki banyak keutamaan salah satunya adalah doa di malam Nisfu Syaban.
Dikutip dari NU Online, pada malam Nisfu Syaban malaikat pencatat amal, menyerahkan catatan amal manusia kepada Allah SWT dan juga Allah SWT menurunkan pengampunan kepada hamba-Nya.
Baca Juga: Juventus Tumbang oleh Villareal. Italia Tak Punya Wakil di Perempat Final Piala Champions
Berikut adalah tiga amalan sunnah yang dianjurkan di malam Nisfu Syaban:
1. Memperbanyak doa.
Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).” (HR al-Baihaqi).
Umat muslim dapat membaca amalan doa malam nisfu syaban sebagai berikut.
“Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.”
Artinya, "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad saw dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah swt."
2. Membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya.
Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia dan sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam Nisfu Sya’ban.
Artikel Terkait
Jika Ingin Rezekimu Lancar, Jangan Tinggalkan Shalat Dhuha
Keutamaan Shalat Subuh, Senilai Pahala Shalat Sepanjang Malam
Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah
Wajib Tahu! Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib, Waktu dan Niatnya.
Jangan Buru-buru Pergi Setelah Shalat, UAH Pesan Lakukan 7 Dzikir Ini Agar Hidupmu Dimudahkan
Begini Kisah Nabi Musa Menyuruh Nabi Muhammad Minta Keringanan Shalat Menurut Gus Baha
Ini Penjelasan Seputar Alam Kubur atau Alam Barzah
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 2022, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa
Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Syaban, Nomor 2 Paling Ditunggu