TITIKTEMU.CO - Saat ini kita sedang berada di bulan Sya’ban, atau dalam istilah penanggalan Jawa disebut Ruwah. Satu bulan sebelum tiba bulan mulia yang dirindukan, yaitu bulan suci Ramadhan.
Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan di dalamnya. Sesuai kalender Hijriah, Syaban adalah bulan kedelapan yang diapit dua bulan istimewa yakni, Rajab dan Ramadhan.
Disarikan dari kitab Ma Dza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban.
Tiga amalan utama bulan Syaban tersebut, yakni, memperbanyak doa, membaca kalimat tauhid atau dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya dan memperbanyak istighfar.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 2022, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa
Selain memiliki banyak keutamaan bagi yang menghidupkan malam nisfu syaban, ada peristiwa penting yang disebut terjadi pada malam nisfu syaban.
Dalam kitab ini disebutkan ada tiga peristiwa penting yang berimbas pada kehidupan beragama seorang Muslim.
1. Peralihan Arah Kiblat
Peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram terjadi pada bulan Sya’ban. Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban.
Baca Juga: Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone Yakin Timnya Singkirkan Manchester United di Liga Champions
Menurut Al-Qurthubi ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 144 dalam kitab Al-Jami’ li Ahkāmil Qur’an dengan mengutip pendapat Abu Hatim Al-Basti mengatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mengalihkan kiblat pada malam Selasa bulan Sya’ban yang bertepatan dengan malam nisfu Sya’ban.
Peralihan kiblat ini merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad SAW.
Berulang-ulang Nabi Saw menghadapkan wajahnya ke arah langit seraya berharap ada wahyu yang turun mengenai kiblat ini. Akhirnya harapan ini dikabulkan Allah melalui firman-Nya dalam surat Albaqarah ayat 144;
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي الَّسمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ المَسْجِدِ اْلحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ (البقرة: 144)
Artinya;”sungguh kami melihat wajahmu menengadah ke langit. Maka kami sungguh akan memalingkan wajahmu ke arah kiblat yang kamu sukai. Maka palingkan wajahmu ke arah Masjid al-Haram dan di mana pun kamu berada palingkan wajahmu ke arahnya”.
Baca Juga: Presiden Pimpin Prosesi Penyatuan Tanah & Air Nusantara di Titik Nol Kilometer IKN
2. Bulan Diangkatnya Amalan Ibadah
Artikel Terkait
Mengapa Kita Harus Salat Tahajud? Ternyata Ini Alasannya
Jika Ingin Rezekimu Lancar, Jangan Tinggalkan Shalat Dhuha
Keutamaan Shalat Subuh, Senilai Pahala Shalat Sepanjang Malam
Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah
Wajib Tahu! Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib, Waktu dan Niatnya.
Jangan Buru-buru Pergi Setelah Shalat, UAH Pesan Lakukan 7 Dzikir Ini Agar Hidupmu Dimudahkan
Begini Kisah Nabi Musa Menyuruh Nabi Muhammad Minta Keringanan Shalat Menurut Gus Baha