Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Galang Dana untuk Sekolah Gajahwong

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 16 Desember 2021 | 23:39 WIB
Sekolah Gajah Wong, Yogyakarta (Radestya Firizky )
Sekolah Gajah Wong, Yogyakarta (Radestya Firizky )

Empat kelas tersebut adalah kelas Akar (usia 3-5 tahun), kelas Rumput (5-7 tahun), kelas Ranting (7-10 tahun) dan kelas Batang (10-15 tahun).

Sekolah ini tidak memungut biaya sepeser pun. Gaji pengajar dan petugas administrasi diambil dari unit usaha sekolah. Semua hasil dari unit usaha untuk keberlangsungan sekolah.

Beberapa usaha itu  antara lain pengelolaan bank sampah, peternakan, dan kebun sayur. Menariknya, unit usaha ini sekaligus menjadi media pembelajaran siswa.

Baca Juga: UI Green Metric World University Rankings: UNNES Peringkat 5 Nasional & 43 Dunia, Kampus Hijau Berkelanjutan

Sekolah Gajahwong memiliki kurikulum sendiri hasil adaptasi beberapa kurikulum. Nilai-nilai kearifan lokal, pembelajaran lingkungan, sosial, dan budaya dengan metode tematik.

Kurikulum informal Sekolah Gajahwong menjadi bahasan dan minat banyak akademisi. Tidak haya dari Indonesia, tapi juga  Malaysia, Australia, dan negara lain.

“Kami tetap mendorong anak-anak masuk sekolah formal. Sudah ada sekitar 20 anak yang masuk sekolah formal. Tapi mereka masih belajar di sini,” kata koordinator sekolah, Faiz Fakhruddin.

Baca Juga: Beternak Domba Bebas Bau, Bisa Lho. Gak Percaya? Simak Tips dan Trik Berikut Ini

Faiz menambahkan selama pandemi siswa sekolah tiga kali seminggu. Namun, kali ini guru yang mendatangi siswa.

“Tiga kali seminggu dengan kelompok-kelompok kecil 3 sampai 4 anak. Kita kan tetap harus menerapkan prokes,” ujarnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: sekolahgajahwong.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X