“Selama ini di daerah, ada dosen honorer digaji 750 ribu rupiah sebulan. Maka dari itu, kita cari dosen yang terbaik di bidangnya, dan yang membayar nanti (sebagai PNS) adalah anggaran negara. Sedangkan dosen honorer yang sudah di kampus, akan diikutkan seleksi CASN sehingga kesejahteraannya ikut meningkat,” jelas Dede Yusuf yang juga cukup terkenal sebelumnya sebagai artis dan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Warga NU Diimbau Tidak Datang Langsung ke Arena Muktamar NU di Lampung, 23-25 Desember 2021
Apa yang Perlu Dilakukan Kampus dan Dosen?
Kesejahteraan diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas dosen. Oleh karena itu Dede Yusuf bersama para narasumber juga berbagi tips dan strateginya bagi kampus dan para dosen untuk meningkatkan diri.
Pertama, dosen perlu memiliki kemampuan untuk menggerakkan mahasiswa dan teman sejawat. Tantangan pendidikan kedepannya akan semakin kompleks. Sehingga seorang dosen tak hanya bertugas mengajar saja.
“Dosen yang baik, juga harus mampu menggerakkan mahasiswa dan teman sejawat. Perlu kolaborasi dengan dosen lain, kampus lain, dan lembaga lain. Perkembangan pendidikan tersebut akan jauh lebih berpotensi dan berkembang jika diikuti dengan kolaborasi yang baik. Inilah esensi kampus merdeka, dosen bebas bekerjasama dan berkreasi,” ungkap Dede.
Baca Juga: Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini Minta Guru Pemerkosa Santriwati Dihukum Berat, Termasuk Dikebiri!
Kedua, dosen harus bisa memanfaatkan literasi digital dengan baik. Sudah ada banyak teknologi yang tersebar luas di internet dan dapat digunakan untuk pengembangan diri dosen maupun kampus. Mulai dari sistem pembelajaran berbasis awan (Siakadcloud), hingga aplikasi berbasis video untuk pembelajaran seperti Zoom.
Dosen dan kampus perlu proaktif agar teknologi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembelajaran di kelas.
“Dengan literasi digital yang baik, maka dosen akan mampu connecting user (satu frekuensi dengan para mahasiswa). Terlebih mahasiswa saat ini berasal dari Gen Z yang jauh lebih kritis dalam menyampaikan pendapat, dan sudah terbiasa menggunakan teknologi,” lanjut Dede.
Baca Juga: Fix! Tidak Ada Libur Sekolah Nataru, Aturannya Lagi Digodog
Ketiga, dosen perlu terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Dosen tidak boleh lelah belajar, karena ilmu pengetahuan juga terus berkembang.
“Menjadi dosen adalah menjadi sosok yang terus belajar. Saran saya kepada Bapak/Ibu dosen yang juga akan mengikuti seleksi CASN, rajin belajar dan banyak berdoa. Tidak hanya saat ujian, tapi sepanjang hayat,” pungkas Sofwan. ***
Artikel Terkait
SNMPTN 2022 Digelar Tahun Depan. Simak Syarat, Tanggal Pendaftaran hingga Pengumuman Hasil
D-Batik UNNES Raih Penghargaan INDI 4.0 Award Kemenperin RI
Gaji Guru Swasta Jauh di Bawah UMR & Sekolah Kian Sepi Peminat, Forum Kepala SMA Swasta Curhat ke DPRD Jateng
Pemerintah Alokasikan Rp 542,8 Triliun untuk Pendidikan, Menkeu: 20,1 Juta Murid Bakal Dapat Beasiswa
Tambah 15 Prodi Terakreditasi Internasional, Undip Kukuhkan Diri Jadi World Class University
Dosen UGM: “Content Creator Tidak Hasilkan Berita yang Bertujuan untuk Tingkatkan Intelektual Masyarakat”.
Beternak Domba Bebas Bau, Bisa Lho. Gak Percaya? Simak Tips dan Trik Berikut Ini