Biaya pembuatan robot mencapai sekitar Rp5 juta.
Baca Juga: 7 Posisi Bercinta Ini Konon Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mau Mencoba?
Robot itu terdiri dari dua komponen utama yaitu satis dan sutis, seharga Rp3 juta.
"Diperlukan waktu 2 minggu untuk merakit Masbotl sejak proses penciptaannya, hingga membuat chasing box-nya," ujar Azizah.
Sementara itu, Kepala MTsN 5 Sragen, Muawanatul Badriyah menambahkan, robot yang bisa berjalan sesuai jalur dengan panduan sensor itu, dikreasi dengan empat fungsi sterilisasi.
Yaitu mengecek suhu badan, menyemprotkan desinfektan ke ruangan, menyemprotkan hand sanitizer dan melakukan sterilisasi ke barang-barang bawaan.
"Sengaja dihadirkan pada Hari Santri Nasional, agar bisa diketahui oleh publik. Ini sebagai bukti bahwa santri di MTsN 5 Sragen, tak hanya dibekali pengetahuan umum dan agama saja, namun juga didorong untuk bisa melek teknologi," jelas Muawanatul.
Guru pembimbing, Marfuah menyampaikan rencananya robot itu akan dikirim kembali untuk berkompetensi di ajang robotika di Universitas Islam Indonesia Syarif Hidayatullah Jakarta.
Baca Juga: Indonesia Terima Dukungan Vaksin dari Selandia Baru
Pihaknya berharap robot itu bisa meraih prestasi terbaik di ajang nasional.
"Kalau enggak salah, nanti sekitar bulan November," pungkasnya.
Saat ini robot itu tengah dipersiapkan untuk mengikuti lomba kompetisi Robotic di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada November 2021 mendatang.***
Artikel Terkait
Wow! Siswi MI di Boyolali Bikin Robot Pendeteksi Suhu Tubuh dan ATM Masker
Punya Puluhan Ribu Pengikut di Instagram dan Diendorse 100 Sponsor, Influencer Cantik ini Ternyata Robot
Kemendag Blokir Ratusan Situs Perdagangan Berjangka, Ada Yang Tawarkan Robot Forex
Kontes Robot Indonesia Wilayah I 2021 Berakhir. Politeknik Negeri Batam Raih Tiga Gelar Juara
Tim Robot ITS Raih Juara Umum Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021