Hikmah di Balik Hari Senin sebagai Hari Kelahiran Nabi Muhamad SAW

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:30 WIB
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW (pixabay)
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW (pixabay)

Ibnul Haj, menyebut empat hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad saw (maulid) pada hari Senin, bulan Rabiul Awwal. (As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], halaman 67-68).

Baca Juga: Beredar Kabar Kakek 74 Tahun di Tahan di Rutan Polres Demak, Ini Kata Kapolres

Pertama, Senin adalah hari di mana Allah menciptakan pohon. Hari Senin mengingatkan pada penciptaan makanan pokok, rezeki, aneka buah, dan ragam kebaikan yang menjadi logistik dan asupan manusia serta menyenangkan hati mereka.  

Kedua, secara etomologi, kata “Rabi” berarti musim semi sebagai isyarat dan optimistis kalau dikaitkan secara etimologi. Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, “Setiap orang memiliki ‘nasib’ (baik) dari namanya.”

Ketiga, musim semi (Ar-Rabi’) merupakan musim yang paling pas (adil) dan terbaik sebagaimana syariat Nabi Muhammad SAW yang paling adil (paling toleran).

Baca Juga: “Pagi Airmen…..”, Sapa Admin Twitter TNI Angkatan Udara, Si Penjaga Udara Ibu Pertiwi

Keempat, Allah memang ingin memuliakan waktu tersebut karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seandainya Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada waktu mulia yang sudah ada, niscaya orang mengira bahwa Nabi Muhammad  menjadi mulia karena dilahirkan pada waktu mulia.

Demikian empat hikmah yang disebutkan oleh Ibnul Haj perihal waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid) pada hari Senin.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X