Ibnul Haj, menyebut empat hikmah di balik kelahiran Nabi Muhammad saw (maulid) pada hari Senin, bulan Rabiul Awwal. (As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], halaman 67-68).
Baca Juga: Beredar Kabar Kakek 74 Tahun di Tahan di Rutan Polres Demak, Ini Kata Kapolres
Pertama, Senin adalah hari di mana Allah menciptakan pohon. Hari Senin mengingatkan pada penciptaan makanan pokok, rezeki, aneka buah, dan ragam kebaikan yang menjadi logistik dan asupan manusia serta menyenangkan hati mereka.
Kedua, secara etomologi, kata “Rabi” berarti musim semi sebagai isyarat dan optimistis kalau dikaitkan secara etimologi. Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, “Setiap orang memiliki ‘nasib’ (baik) dari namanya.”
Ketiga, musim semi (Ar-Rabi’) merupakan musim yang paling pas (adil) dan terbaik sebagaimana syariat Nabi Muhammad SAW yang paling adil (paling toleran).
Baca Juga: “Pagi Airmen…..”, Sapa Admin Twitter TNI Angkatan Udara, Si Penjaga Udara Ibu Pertiwi
Keempat, Allah memang ingin memuliakan waktu tersebut karena kelahiran Nabi Muhammad SAW. Seandainya Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada waktu mulia yang sudah ada, niscaya orang mengira bahwa Nabi Muhammad menjadi mulia karena dilahirkan pada waktu mulia.
Demikian empat hikmah yang disebutkan oleh Ibnul Haj perihal waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulid) pada hari Senin.***
Artikel Terkait
Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya
5 Hal yang Membatalkan Wudhu, Jangan Sampai Shalatmu Gak Sah!
Calon Pengantin Wajib Tahu! Mahar Tidak Harus Mahal, Gaes...
Subhanallah, Ini 10 Keutamaan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kisah Pasukan Gajah dan Burung Ababil