Bukan Sekadar Lagu, Makna Tembang Lir-Ilir  Ini Bikin Hati Tertohok

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 22:32 WIB
Sunan Kalijaga pencipta tembang Li-ilir  (id.Wikipedia)
Sunan Kalijaga pencipta tembang Li-ilir (id.Wikipedia)

Baca Juga: Ini Alasannya Mengapa Perlu Membaca Surat Al Mulk Sebelum Tidur

Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira

Biarpun licin, tetaplah memanjatnya untuk mencuci kain dodotmu.

Dodot adalah kain kebesaran orang Jawa. Biasanya kain dodot hanya dikenakan pada upacara-upacara atau peristiwa penting.

Pada zaman dulu buah belimbing  sering digunakan untuk mencuci pakaian karena kandungan asamnya. Bemlibing juga bagus untuk merawat warna kain (batik).

Baca Juga: Keutamaan Surat Ar Rahman: Nikmat Tuhan Mana yang Kamu Dustakan?

Dengan kalimat ini, Sunan Kalijaga megningatkan orang Islam untuk tetap menjalankan rukun Islam, dan shalat lima waktu meski banyak rintangan (licin jalannya).

Orang Islam harus taat menjalankan kehidupap sosial dan ibadah sesuai Alquran dan Hadist. Bagi orang Jawa, agama iku ageming ati.

Agama (islam) adalah pakaian bagi jiwa. Bukan sembarang pakaian, tapi pakaian yang bisa melindungi dunia dan akhirat.

Baca Juga: Jika Ingin Rezekimu Lancar, Jangan Tinggalkan Shalat Dhuha

Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir

Kain dodotmu, kain dodotmu, sudah sobek-sobek

Masa ketika Sunan Kalijaga menyrbarkan ajaran Islam adalah masa terjadinya kemerosotan moral. Banyak banyak orang meninggalkan ajaran agama.

Melalui tembang ini, kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian rusak, sudah sobak-sobek.

Baca Juga: Rutin Baca Surat Al Waqiah, Ini Keutamaannya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X