Cegah Heat Stress Pada Ayam Ternak, UGM Ciptakan Aplikasi BroilerX

photo author
Venansia Delarosa, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Agustus 2021 | 07:00 WIB
BroilerX, alat pendeteksi performa kandang ayam (Pic. Laman resmi UGM)
BroilerX, alat pendeteksi performa kandang ayam (Pic. Laman resmi UGM)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Ternyata stress tak hanya bisa terjadi pada manusia. Hewan peliharaan bahkan ternak juga bisa terkena stres. Dan jika ini terjadi pada hewan ternak, bisa berpengaruh pada produktivitas mereka.

Salah satu ternak yang mudah terkena stres, adalah ayam. Kondisi ini menjadi salah sebuah tim peneliti untuk mencegah dan mengatasi stress pada ayam ternak. Untuk mencegah ayam ternak terkena heat stress, fakultas peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menciptakan sebuah sistem aplikasi pendeteksi performa kandang ayam. Aplikasi tersebut dinamai BroilerX.

Baca Juga: Ahai, Mal di Yogyakarta Sudah Buka, Jangan Lupa Pakai Aplikasi PeduliLindungi Biar Boleh Masuk

Aplikasi ini menggunakan fitur early warning system. Cara bekerja aplikasi ini adalah dengan memberikan notifikasi kepada peternak, jika kandang ayam mengalami perubahan komponen yang memengaruhi ayam ternak.

Dengan adanya notifikasi maka peternak bisa dengan cepat mengambil tindakan. Aplikasi ini juga menggunakan Internet of Things (IoT). Dengan IoT, maka suhu kelembaban, kadar ammonia, kadar CO2 di kendang dapat diketahui dan dilaporkan secara realtime. Permasalahan kadang ayam, bisa segera cepat diatasi karena peternakehingga jika ada masalah dengan kondisi kendang ayam, peternak bisa langsung mengetahui apa penyebab masalahnya.

CEO BroilerX, Jati Pikukuh, mengatakan bahwa aplikasi BroilerX dapat membantu peternak ayam mengatur kesejukan kandang ayam secara rata. Hal ini sangat penting untuk wilayah Indonesia yang suhu dan kelembapan tinggi, sehingga dapat berpengaruh ke kualitas ayam ternak.

Engineer KMTek PT Karya Merapi Teknologi, Yutiman, menjelaskan bahwa BroilerX support penggunaan long range. Sehingga dengan bantuan long range, aplikasi ini bisa mentransmisikan data dengan radius 15 km hanya dengan bluetooth tanpa menggunakan jaringan internet. Hal ini dianggap sangat cocok jika aplikasi ini digunakan di lingkungan pesesaan yang sulit sinyal internet.

“Iot merupakan keniscayan karena sekarang adalah era smart farming. Semua berbasis big data, basis internet dengan TI bisa dikemas sedemikian rupa sehingga bisa mendukung industri peternakan,” Jelas Yutiman dalam laman resmi UGM ugm.ac.id (dela)***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X