TITIKTEMU.CO JAKARTA – Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlangsung 7-12 Desember 2021, telah selesai digelar.
SMP Negeri 5 Yogyakarta meraih dua medali dari dua kategori yaitu, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Seni dan Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Galang Dana untuk Sekolah Gajahwong
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10, Dilindungi dari Fitnah Dajjal Akhir Zaman
Melalui perhelatan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat tahun 2021, terpilih talenta inovator dan peneliti muda tingkat nasional.
Dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam upaya mengidentifikasi talenta di bidang sains dalam kerangka Manajemen Talenta Nasional untuk klaster bidang sains dan inovasi terus dilakukan.
Baca Juga: Lawang Sewu Semarang di Jaman Belanda adalah Kantor Perusahaan Kereta Api Swasta
Pelaksana Tugas Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi, mengemukakan pelaksanaan Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) jenjang SMP merupakan gambaran dari semangat dan karakter Pancasila siswa Indonesia.
"Terlihat dari sorot mata kalian, dari gagasan yang utuh, konkret, dan tajam. Adik-adik sekalian merupakan wakil dari 52 juta pelajar di Indonesia, yang sudah menunjukan talentanya dan kami berbangga untuk itu. Kalian ada bagian dari identifikasi sejak dini talenta-talenta di bidang sains," kata Asep, dalam sambutan penutupan KoPSI yang berlangsung secara hibrida, Senin (13/12).
“Selamat kepada para peserta yang telah melaju ke tingkat nasional dan yang meraih medali. Meskipun ada yang belum berkesempatan meraih medali, lanjutkan karya kalian ke KoPSI jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA),” puji Asep memberi semangat.
Baca Juga: Menkes Budi: Lima Kasus Probable Omicron, 2 WNI dan 3 WNA
Asep menilai para peserta memiliki karakter tangguh, cerdas, dan kreatif telah menghasilkan karya yang bagus.
"Kualitas kalian di atas rata-rata ini adalah bagian dari puncak proses belajar dari rumah yang dilakukan selama pandemi," ujar Asep.
Ia berharap, di tengah ketidakpastian, para siswa terus menginspirasi sesama pelajar di Indonesia dan membuktikan bahwa proses Merdeka Belajar menghasilkan siswa-siswa yang memiliki prestasi cemerlang dan memiliki semangat pantang menyerah.