Menkes Budi: Lima Kasus Probable Omicron, 2 WNI dan 3 WNA

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 16 Desember 2021 | 18:35 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin  (sehatnegeriku.kemkes.go.id)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (sehatnegeriku.kemkes.go.id)

TITIKTEMU.CO , JAKARTA – Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terdapat lima kasus probable varian omicron di Indonesia.   Satu kasus terkonfirmasi varian omicron.

Dari lima kasus probable varian omicron, dua merupakan WNI yang baru kembali dari AS dan Inggris. Keduanya sudah menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta.

Sedangkan tiga kasus lainnya merupakan WNA China yang datang ke Manado. Ketiganya langsung dikarantina di Manado, Sulawesi Utara.

 Baca Juga: Varian Omicron Masuk Indonesia, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

“Tapi sekali lagi, kelima lima orang ini sifatnya masih probable ya, belum pasti omicron. Baru  dites PCR secara khusus,” jelas Menkes.

Budi melanjutkan sampel lima kasus positif Covid-19 dugaan omicron sudah dikirim ke Balitbangkes. Peneliti maish melakukan proses pengurutan genomnya.

“Genom sequensing biasnaya sudah bida diketahui dalam tiga hari ke depan. Apakah omicron atau bukan akan diketahui nanti,” tutur Budi saat konfrensi pers secara daring, Kamis (16/12/2011) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Menkes: Jangan Panik, Tetap Prokes!

Sementara, Presiden Jokowi meminta masyarakat tetap waspada dan tidak panik. Jokowi mengatakan saat ini belum ditemukan karakter omicron yang membahayakan pasien.

“Waspada penting, tapi jangan sampai panik. Sejauh ini omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien. Terutama yang sudah divaksin,” katanya

Jokowi mengimbau agar masyarakat yang belum divaksin segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Waspada Omicron, Menko Luhut: Jangan ke Luar Negeri Dulu, Apalagi Hanya untuk Liburan!

“Silakan warga yang belum vaksin dua kali vaksin apalagi sama sekali belum divaksin segera vaksin. Kondisi Indonesia mendekati normal, tapi jangan kendor menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Terpisah, Mensesneg Pratikno mengatakan presiden meminta Pemda agar lebih berkreasi dan berinovasi untuk mempercepat program vaksinasi covid-19, terutama di daerah pelosok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: Antara, sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X