Riwayat di atas menunjukkan bahwa i’tikaf tidak wajib dan Rasullah SAW pernah melakukannya. Namun i’ikaf di bulan Ramadan lebih dianjurkan terutama di sepuluh malam terakhir.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan bagai beri’tikaf dengan beliau (Rasulullah SAW).
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir.” (HR Ibnu Hibban).
Meskipun i’tikaf dihukumi sunnah, tetapi dapat menjadi wajib jika dinazarkan oleh seseorang.
Hukum i’tikaf menjadi haram apabila dilakukan oleh seorang istri tanpa izin suaminya. Selain itu hukum i’tikaf itu menjadi makruh jika dilakukan dengan berperilaku atau berdandan sehingga mengundang perhatian orang lain sehingga bisa mengundang fitnah walaupun telah disertai izin.
Rukun I’tikaf
Adapun 4 rukun i’tikaf yang harus dikerjakan di saat melaksanakannya,
- Niat, baik i’tikaf sunah atau i’tikaf nazar.
- Berdiam diri di masjid, sebentar atau lama sesuai dengan keinginan orang yang beri’tikaf (mu’takif) sekurang-kurangnya selama tuma’ninah shalat).
- Masjid, namun di mazhab hanafi bagi perempuan dibolehkan untuk i’tikaf di rumah
- Orang yang beri’tikaf
Syarat i’tikaf
- Muslim, bagi non-muslim tidak sah melakukan i’tikaf.
- Berakal sehat, orang yang tidak berakal tidak sah melaksanakan i’tikaf.
- Suci dari hadats besar.
Bacaan Niat dan Tata cara I'tikaf
- Niat beri’tikaf karena Allah SWT. Adapun bacaan niatnya adalah sebagai berikut ya, Bunda:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى
Artikel Terkait
Gus Baha: Lailatul Qadar Itu Bonus, Saleh Sedang, Saleh Ringan Semua Pasti Dapat
Gus Baha: Lailatul Qadar Itu Dicari Bukan Menunggu. Begini Persiapannya
Jadi Ibadah yang Dianjurkan, 3 Keutamaan Puasa Senin Kamis dan Makna Di Balik Hari Senin dan Kamis
Pingin Dapat Pahala di 10 Hari terakhir Ramadhan? Ini Amalan yang dicontohkan Rasulullah
Berharap Ampunan, Bacalah Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah di 10 Hari Terakhir Ramadhan.