Kenapa Anak yang Dimanja Bisa Lebih Rentan Depresi Saat Dewasa?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 27 Juli 2026 | 19:29 WIB

Yang Dibutuhkan Anak Bukan Orang Tua yang Selalu Mengiyakan

Ini bukan ajakan untuk berubah menjadi orang tua keras. Justru pendekatan yang sehat berada di tengah: hangat, responsif, tetapi tetap punya batas.

Anak boleh menangis ketika permintaannya ditolak. Orang tua tidak harus buru-buru menghentikan tangis itu dengan memberikan apa yang diinginkan.

Kalimat sederhana seperti, “Mama tahu kamu kecewa, tapi jawabannya tetap tidak,” bisa mengajarkan dua hal sekaligus: perasaan anak diterima, sementara batas tetap berlaku.

Baca Juga: Viral Mie Gacoan Matraman Disebut Diserang Kelompok Berparang, Polisi Bongkar Cerita Sebenarnya

Penelitian juga menemukan hubungan antara kualitas hubungan orang tua-anak dan kesehatan mental di masa dewasa. Meta-analisis terhadap 57 studi menemukan bahwa orang dewasa dengan gangguan seperti depresi cenderung melaporkan tingkat parental care yang lebih rendah dan overprotection yang lebih tinggi dibanding kelompok tanpa diagnosis tersebut.

Jadi, tujuan pengasuhan bukan membuat anak selalu bahagia hari ini. Tugas yang lebih penting adalah membantunya punya bekal untuk menghadapi hari ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan.

Anak tidak perlu dibesarkan dalam dunia tanpa kecewa. Ia perlu dibesarkan dengan keyakinan bahwa ketika kecewa datang, ia mampu melewatinya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X