Yang Dibutuhkan Anak Bukan Orang Tua yang Selalu Mengiyakan
Ini bukan ajakan untuk berubah menjadi orang tua keras. Justru pendekatan yang sehat berada di tengah: hangat, responsif, tetapi tetap punya batas.
Anak boleh menangis ketika permintaannya ditolak. Orang tua tidak harus buru-buru menghentikan tangis itu dengan memberikan apa yang diinginkan.
Kalimat sederhana seperti, “Mama tahu kamu kecewa, tapi jawabannya tetap tidak,” bisa mengajarkan dua hal sekaligus: perasaan anak diterima, sementara batas tetap berlaku.
Baca Juga: Viral Mie Gacoan Matraman Disebut Diserang Kelompok Berparang, Polisi Bongkar Cerita Sebenarnya
Penelitian juga menemukan hubungan antara kualitas hubungan orang tua-anak dan kesehatan mental di masa dewasa. Meta-analisis terhadap 57 studi menemukan bahwa orang dewasa dengan gangguan seperti depresi cenderung melaporkan tingkat parental care yang lebih rendah dan overprotection yang lebih tinggi dibanding kelompok tanpa diagnosis tersebut.
Jadi, tujuan pengasuhan bukan membuat anak selalu bahagia hari ini. Tugas yang lebih penting adalah membantunya punya bekal untuk menghadapi hari ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan.
Anak tidak perlu dibesarkan dalam dunia tanpa kecewa. Ia perlu dibesarkan dengan keyakinan bahwa ketika kecewa datang, ia mampu melewatinya.***
Artikel Terkait
12 Drakor Cinta Beda Zaman yang Bikin Susah Move On, dari Lovely Runner sampai Goblin
Jangan Sampai Jadi Korban! TASPEN Perluas Kanal Resmi untuk Lawan Modus Penipuan
Dulu Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Papua Ini Malah Membawa Pulang Lisensi Airbus A320
Harga Emas Pekan Depan Bisa Naik-Turun Tajam, Ini Level yang Wajib Diperhatikan
Tom Holland Sampai Bingung: Ternyata Adegan Gila di The Odyssey Bukan CGI!
Tangis Anak di Sisi Jenazah Ayah Diduga Pencuri Ayam di Bali Viral, Polisi Tetapkan Lima Tersangka Pengeroyokan
Kenapa Anak Muda Berbondong-bondong Pindah dari Jakarta, Bukan karena Macet?