Kapan Orang Tua Harus Waspada?
Meski tidak perlu panik, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.
Segera konsultasikan jika anak:
- Tidak mengoceh sama sekali pada usia 12 bulan
- Tidak mengucapkan kata bermakna pada usia 18 bulan
- Belum bisa menggabungkan dua kata pada usia 2 tahun
- Tidak merespons saat dipanggil
- Jarang melakukan kontak mata
- Kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dimiliki
Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pendengaran, gangguan bahasa, atau masalah perkembangan lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Hakim MK Sampai Angkat Bicara: Kenapa Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Gugat ke Mahkamah Konstitusi?
Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?
Kabar baiknya, stimulasi sederhana sehari-hari dapat membantu perkembangan bahasa anak.
Beberapa cara yang direkomendasikan dokter anak dan terapis wicara antara lain:
Perbanyak Mengajak Bicara
Jelaskan aktivitas sehari-hari yang sedang dilakukan. Misalnya, saat mandi, makan, atau berjalan-jalan.
Bacakan Buku Setiap Hari
Penelitian menunjukkan membaca bersama anak sejak dini membantu memperkaya kosakata dan kemampuan berkomunikasi.
Baca Juga: Rp 30 Juta Habis untuk Baris-Berbaris? Usulan Penghapusan Latsarmil Kopdes Buka Perdebatan Baru
Kurangi Screen Time
Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi interaksi dua arah yang sangat penting untuk perkembangan bahasa.
Beri Kesempatan Anak Merespons
Jangan langsung menebak semua keinginannya. Beri jeda agar anak mencoba menyampaikan kebutuhannya.
Yang Terpenting: Jangan Membandingkan Anak
Salah satu sumber kecemasan terbesar orang tua adalah membandingkan anak dengan teman sebayanya. Padahal perkembangan setiap anak unik.
Jika anak masih menunjukkan minat berinteraksi, memahami komunikasi, dan terus mengalami kemajuan, sering kali tidak ada alasan untuk langsung panik. Namun jika muncul tanda-tanda keterlambatan yang jelas atau insting orang tua merasa ada sesuatu yang tidak biasa, konsultasi ke dokter anak atau terapis wicara adalah langkah terbaik.
Ingat, tujuan utama bukan mencari label masalah, melainkan memastikan anak mendapatkan dukungan yang sesuai pada waktu yang tepat.***
Artikel Terkait
Wayne Rooney Desak Thomas Tuchel Kurangi Menit Bermain Harry Kane di Piala Dunia 2026 Meski Sedang Tajam
Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik
Hakim MK Sampai Angkat Bicara: Kenapa Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Gugat ke Mahkamah Konstitusi?
Rp 30 Juta Habis untuk Baris-Berbaris? Usulan Penghapusan Latsarmil Kopdes Buka Perdebatan Baru
Kenapa Profesional Bergelar Tinggi Mulai Memilih Hidup di Kota Kecil?
5 Tahun Lagi Jakarta Akan Seperti Apa? Ini Proyeksi Ilmiahnya
Kenapa Makin Banyak Pasangan Muda Jakarta Pilih Nggak Beli Rumah — dan Itu Masuk Akal