TITIKTEMU.CO-"Anak saya sudah umur dua tahun, tapi belum bisa ngomong. Normal nggak ya?"
Pertanyaan ini mungkin termasuk salah satu kekhawatiran paling umum yang dialami orang tua. Saat melihat anak seusianya sudah bisa menyebut banyak kata, sementara si kecil masih lebih sering menunjuk atau mengeluarkan suara yang sulit dipahami, rasa cemas pun muncul. Namun, apakah setiap anak telat bicara berarti mengalami masalah serius?
Jawabannya tidak selalu.
Speech delay atau anak telat bicara memang perlu diperhatikan, tetapi tidak semua kasus merupakan kondisi yang berbahaya. Yang penting adalah memahami batas perkembangan normal dan mengenali tanda-tanda kapan perlu mencari bantuan profesional.
Baca Juga: Homeschooling di 2026: Pilihan Radikal atau Solusi Paling Masuk Akal?
Memahami Perkembangan Bicara yang Normal
Setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Namun, para ahli tumbuh kembang umumnya menggunakan patokan tertentu untuk menilai kemampuan bahasa anak.
Berikut gambaran sederhananya:
Usia 12 Bulan
- Merespons saat namanya dipanggil
- Mengucapkan 1–3 kata sederhana seperti "mama" atau "papa"
- Menggunakan gestur seperti menunjuk atau melambaikan tangan
Baca Juga: Head to Head Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Rekor Pertemuan, Statistik, dan Adu Strategi Menuju 16 Besar
Usia 18 Bulan
- Memiliki sekitar 10–20 kosakata
- Mengerti instruksi sederhana
- Mulai mencoba meniru kata yang didengar
Usia 2 Tahun
- Memiliki sekitar 50 kata atau lebih
- Mulai menggabungkan dua kata seperti "mau susu" atau "bola jatuh"
Usia 3 Tahun
- Dapat berbicara dalam kalimat sederhana
- Sebagian besar ucapannya mulai dipahami orang lain
Jika kemampuan anak jauh tertinggal dari tahapan tersebut, evaluasi lebih lanjut mungkin diperlukan.
Baca Juga: Co-Living Bukan Cuma soal Hemat Biaya — Ini yang Nggak Ada yang Bilang ke Kamu
Kapan Orang Tua Masih Bisa Santai?
Tidak semua keterlambatan bicara menunjukkan gangguan perkembangan.
Beberapa anak memang termasuk "late talker", yaitu anak yang terlambat berbicara tetapi perkembangan lainnya berjalan normal. Mereka biasanya tetap aktif berinteraksi, memahami instruksi, melakukan kontak mata, serta menunjukkan keinginan berkomunikasi meskipun belum banyak bicara.
Faktor yang juga dapat memengaruhi perkembangan bahasa antara lain:
- Anak tumbuh dalam lingkungan bilingual atau multilingual
- Memiliki saudara yang sering mewakili keinginannya
- Kepribadian yang lebih pendiam
- Perbedaan tempo perkembangan individu
Dalam banyak kasus, kemampuan bicara dapat berkembang pesat dalam beberapa bulan berikutnya.
Baca Juga: Kenapa Makin Banyak Pasangan Muda Jakarta Pilih Nggak Beli Rumah — dan Itu Masuk Akal
Artikel Terkait
Wayne Rooney Desak Thomas Tuchel Kurangi Menit Bermain Harry Kane di Piala Dunia 2026 Meski Sedang Tajam
Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik
Hakim MK Sampai Angkat Bicara: Kenapa Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Gugat ke Mahkamah Konstitusi?
Rp 30 Juta Habis untuk Baris-Berbaris? Usulan Penghapusan Latsarmil Kopdes Buka Perdebatan Baru
Kenapa Profesional Bergelar Tinggi Mulai Memilih Hidup di Kota Kecil?
5 Tahun Lagi Jakarta Akan Seperti Apa? Ini Proyeksi Ilmiahnya
Kenapa Makin Banyak Pasangan Muda Jakarta Pilih Nggak Beli Rumah — dan Itu Masuk Akal