Berkaca Dari Kasus Little Aresha di Yogyakarta, Pemerintah Didesak Pastikan Perizinan Sebelum Operasional Daycare

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Rabu, 29 April 2026 | 16:26 WIB
Founder Daycare Athahira Sewon Bantul, Pri Hastuti, S.SiT., S.Pd., M.Keb., CHE, (Istimewa )
Founder Daycare Athahira Sewon Bantul, Pri Hastuti, S.SiT., S.Pd., M.Keb., CHE, (Istimewa )

Pada tahap pendaftaran, orang tua seharusnya tidak ragu untuk bertanya secara rinci mengenai sistem pengasuhan, kurikulum, rasio pengasuh terhadap anak, hingga prosedur penanganan situasi darurat.

Baca Juga: KBRI Nairobi Promosikan Kuliner dan Seni Budaya Nusantara Lewat Gelaran ASEAN Food Festival 2026

Di sisi lain, peran pemerintah dan instansi terkait seperti dinas pendidikan juga patut menjadi perhatian. Evaluasi terhadap proses perizinan dan pengawasan harus dilakukan secara serius. 

“Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah bagaimana mungkin lembaga yang tidak memenuhi standar atau bahkan tidak berizin dapat tetap beroperasi?,”ujar Pri Hastuti, yang juga Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Al Irsyad Cilacap itu.

Baca Juga: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, DPR Desak Penutupan Pelintasan Sebidang

Peran orangtua dan keterlibatannya dalam pemantauan juga dibutuhkan 

Yang lebih penting, kata Pri Hastuti, adalah keterlibatan orang tua itu sendiri dan pemahamannya dalam memilih tempat penitipan anak atau daycare.

Karena itu, prinsip kehati-hatian harus menjadi landasan utama. 

Orang tua perlu selektif dalam memilih lembaga, memastikan adanya komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dengan guru atau pengasuh, serta memantau laporan harian terkait pembelajaran dan pendampingan anak. 

Namun dalam praktiknya, penyalahgunaan wewenang oleh oknum pendidik bisa terjadi di mana saja apabila tidak ada sistem pengawasan yang kuat.

Baca Juga: Ganjil Genap Jakarta Pekan Ini Berubah: Hanya 4 Hari, Libur pada 1 Mei 2026

Transparansi lembaga, dan juga kerjasama yang baik bersama orang tua kunci keberlangsungan praktik baik dalam pendampingan anak.

Ke depan, membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PAUD dan daycare membutuhkan komitmen bersama—antara lembaga, orang tua, dan pemerintah. 

Anak-anak bukan sekadar peserta didik, melainkan amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Maka, memastikan keamanan, kenyamanan, dan kualitas pendidikan mereka bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

”Utamanya adalah kerja sama lembaga dan orang tua menjadi kunci, disertai sikap saling percaya dan menghargai ,”pungkas Pri Hastuti.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X