Lingkungan kampus dinilainya terbuka, profesional, dan menghargai perbedaan latar belakang.
Dukungan juga ia rasakan dalam berbagai aktivitas, baik akademik maupun nonakademik.
Bagi Olin, UMMAD bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi ruang aman untuk bertumbuh sebagai manusia yang utuh.
Pesan Sunyi dari Sebuah Prestasi
Kisah Olin adalah pengingat sederhana bahwa pendidikan sejatinya merangkul, bukan membatasi.
Perbedaan iman tak menghalangi prestasi, selama ada ruang saling menghargai.
Dari NTT ke Madiun, dari Katolik ke kampus Muhammadiyah, Olin membuktikan bahwa toleransi bisa hidup, bukan sekadar slogan.***
Artikel Terkait
KDM Turun dari Balai, Naik ke Gunung: Ciremai Tak Bisa Dijaga dari Balik Meja
Saat Cinta Bicara Banyak Bahasa: Kim Seon ho Kembali dengan Tantangan Tak Biasa
Jennie Masuk Usia 30: Perayaan Sunyi di Tengah Tur Dunia dan Hujan Prestasi
Semeru Bergejolak Lagi: Awan Panas Meluncur 4 Kilometer, Warga Diminta Waspada
Bukan Soal Harta, Tapi Status: Babak Baru Sengketa Sule dan Teddy soal Bintang
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Selfie Tak Lagi Ramai-ramai Setengah Badan: Oppo Reno 15 Datang dengan Kamera Depan 50 MP
Menang atau Pulang: Hari Penentuan ONIC di Panggung Dunia M7
Tak Perlu ke Samsat, Begini Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor Lewat Ponsel
Rokok Ilegal Tak Lagi Sembunyi-sembunyi? Negara Siapkan Pintu Masuk Lewat Cukai Baru