Selain puasa sunnah, sebagian umat Islam juga memanfaatkan bulan Sya’ban untuk membayar hutang puasa Ramadan yang terlewat (qadha).
Dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
"Aku dahulu memiliki hutang puasa, dan aku tidak bisa membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban karena kesibukan bersama Rasulullah ﷺ."
(HR. Muslim)
Hadits ini menjadi dalil bahwa puasa qadha di bulan Sya’ban diperbolehkan, bahkan lebih dianjurkan karena Ramadan sudah semakin dekat.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan, Hayu Cek Cara Pemesanan dan Jadwalnya
Namun, ada perbedaan pendapat mengenai puasa setelah pertengahan Sya’ban (nisfu Sya’ban).
1. Pendapat Mazhab Syafi’i
Mulai tanggal 16 Sya’ban, tidak dianjurkan berpuasa, terutama pada tanggal 29 dan 30 Sya’ban, dengan alasan:
Menghindari kemungkinan tanpa sadar berpuasa di awal Ramadan sebelum ada kepastian penetapan awal bulan.
Memberikan waktu persiapan sebelum memasuki Ramadan.
2. Pendapat Lain yang Membolehkan Puasa Setelah Nisfu Sya’ban
Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa puasa setelah nisfu Sya’ban tetap diperbolehkan, terutama jika dilakukan untuk:
Baca Juga: Tiga Hari Jelang Penutupan, 8.332 Jemaah Haji Khusus Lunasi Biaya Haji
Puasa sunnah yang sudah menjadi kebiasaan (seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud).
Artikel Terkait
Yuk Kita Puasa Tasu'a Dan Asyura Besok . Ini Keutamaannya
Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharram 1446 H? Ini Jadwal, Bacaan Niat Lengkap dengan Keutamaannya
Teks Bacaan Niat Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura Bulan Muharram Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya
Sebaiknya Segera Lunasi Utang Puasa Sebelum Ramadan Tiba, Di Bulan Rajab
Amalan Sunnah Bulan Rajab 2025: Doa, Puasa, dan Sedekah yang Bawa Berkah Berlimpah
Keutamaan Puasa Bulan Rajab Lengkap Bacaan Niat Puasa Sunah Rajab: Tulisan Arab, Latin dan Terjemahan
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah Rajab dan Puasa Senin Kamis?