Materi Kultum atau Ceramah Singkat Bulan Ramadhan 2024 Hanya 5 Menit dengan Tema: Puasa dan Sabar

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 16 Maret 2024 | 17:34 WIB
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (Pemkot Surakarta)
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (Pemkot Surakarta)
TITIKTEMU.CO - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan memiliki banyak keutamaan.
 
Banyak amalan-amalan yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan dengan pahala yang berlipat ganda.
 
 
 
Selain itu, pada bulan Ramadhan juga bisa mendatangi majelis-majelis taklim mendengarkan ceramah singkat.
 
Adapun contoh materi ceramah singkat dalam artikel ini bisa disampaikan kurang lebih 5 menit.
 
 
Seperti dilansir dari laman ngaji.id, berikut ini contoh materi ceramah singkat dengan tema Puasa dan Sabar.
 
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين والصلاة  والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبيا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
 
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wassholatu wassalaamu 'ala asyrofil anbiyaa'i walmursalin, nabiyyi Muhammadin wa 'ala Alihi washohbihi wa man tabi'ahum Bi Ihsan ila yaumiddin.
 
 
Saudaraku Seiman.
 
Alhamdulillāh dihadapan kita ada sebuah bulan yang mulia bulan Ramadhān, bulan Ramadhān merupakan bulan kita bershaum yaitu berpuasa. Bulan Ramadhān adalah bulan untuk menempa kesabaran kita.
 
Pada saat kita berpuasa ditempa kesabaran kita di mana kesabaran yang ditempa di bulan Ramadhān ada 3 macam:
 
 
⑴ Sabar untuk Mentaati Allāh
 
Karena kita berpuasa untuk mentaati perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
 
⑵ Sabar untuk Meninggalkan Maksiat
 
Karena saat kita berpuasa kita dianjurkan untuk meninggalkan perbuatan maksiat.
 
⑶ Sabar Menghadapi Musibah
 
Karena dahaga, lapar dan haus kita adalah musibah yang menimpa kita.
 
Maka di bulan Ramadhān ini kesabaran kita betul-betul ditempa, makanya bulan Ramadhān disebutkan juga dengan شَهْرُ الصبر (Syahrul Shobri) yaitu bulan kesabaran.
 
Karena kesabaran itu saudaraku sekalian, merupakan pokok keimanan artinya modal keimanan.
 
Ali bin Abi Thālib berkata:
 
الصَّبْرُ مِنَ الْإِيمَانِ، بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ
 
Asshobru Minal Iimaani, Bimanzilatirra'si Minal Jasadi.
 
“Sabar di dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan kita.”
 
Sebagaimana badan kita tidak akan hidup tanpa kesabaran artinya badan kita tidak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman kita tidak akan hidup tanpa kesabaran.
 
Karena untuk masuk Surga itu berat, perintah-perintah Allāh tidak sesuai dengan hawa nafsu kita, sementara larangan-larangan Allāh sering kali sesuai dengan syahwat kita.
 
Di situlah kesabaran sangat kita butuhkan.
 
Maka saudaraku sekalian, terlebih betapa agungnya pahala kesabaran.
 
Allāh Ta’āla berfirman dalam Al-Qur’ān:
 
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ
 
Innama Yuwaffa Asshobiruuna Ajrahum Bighoiri Hisaab.
 
 
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar itu diberikan pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10)
 
Bayangkan!
 
Oleh karena itu pahala shaum (puasa) itu tanpa batas. Kalau amalan-amalan lain ditulis oleh Allāh 10 sampai 700 kali lipat. Tapi untuk shaum karena ia berhubungan dengan kesabaran maka pahalanya hanya Allāh yang Maha Tahu.
 
 
Betapa agungnya saudaraku sekalian shaum dan betapa kita sangat membutuhkan shaum, karena di situlah kesabaran kita sangat ditempa.
 
Di bulan Ramadhān ini kita akan ditempa kesabaran kita, sabar untuk berpuasa, sabar untuk shalat tarawih, sabar untuk membaca Al-Qur’ān, sabar untuk selalu di atas kebaikan, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan yang bisa merusak shaum kita.
 
Saudaraku Seiman A’ādzaniyallāh wa Iyyakum.
 
Maka kita berharap, mudah-mudahan di bulan Ramadhān ini kesabaran kita semakin meningkat, kita tidak lagi berkata bahwa kesabaran saya ada batasnya, tapi dengan adanya bulan Ramadhān kesabaran kita menjadi tidak terbatas. Kita terus bersabar di atas keimanan kita dan ketakwaan sampai kita meninggal dunia.
 
Semoga Allāh memberikan kepada kita kekuatan dengan datangnya bulan Ramadhān ini, dan dijadikan kita sebagai hamba Allāh yang sabar menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan yang menerpa. Sabar untuk mentaati Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan sabar untuk meninggalkan kemaksiatan kepada Allāh Azza wa Jalla.
 
وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
 
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah
 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.***
-
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: ngaji.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X